Ini Alasan Persija Lepas Evan Dimas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Persija Jakarta kehilangan salah satu pilarnya, Evan Dimas. Macan Kemayoran terpaksa melepas Evan karena buntu saat proses negosiasi kontrak.

Kontrak Evan bersama Persija habis musim ini. Setelah melakukan pembicaraan panjang lebar, berkaitan dengan skema terbaik bagi kedua belah pihak, akhirnya baik Persija maupun pemain berusia 25 tahun itu sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama musim ini.

Hal tersebut berkaitan dengan tidak terjadinya titik temu antara kebijakan manajemen dengan keperluan pribadi Evan. Namun demikian secara lisan mantan pemain timnas U-19 itu menyatakan siap dan membuka kemungkinan untuk kembali memperkuat Persija musim depan.

“Setelah berdiskusi panjang lebar, dengan sangat terpaksa kami sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama musim ini. Tidak terjadi titik temu antara kebijakan manajemen dengan keperluan pribadinya. Namun secara lisan kepada saya dia menyampaikan siap untuk kembali musim depan”, ujar Presiden Klub Mohamad Prapanca, di laman resmi klub, Rabu 10 Maret 2021.

“Terima kasih untuk kinerja dan bakti Evan Dimas selama di Persija, serta sukses selalu untuk karirnya. Semoga kita dapat kembali bekerjasama musim depan”, tutup Prapanca.

Evan Dimas melanjutkan karier bersama Bhayangkara FC. Klub yang kini bermarkas di Solo sudah tak asing lagi untuk pemain kelahiran 13 Maret tersebut. Dia pernah bermain di sana periode 2014-2017 dan menjadi juara liga di 2017.

Evan akan langsung berhadapan dengan mantan klubnya, Persija, di Piala Menpora 2021. Keduanya berada di Grup B.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini