Perempuan Wajib Tahu! Ini Arti Simbol Warna International Women’s Day

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional jatuh pada hari ini, Senin 8 Maret 2021. Perayaan ini sebagai bentuk menyuarakan aspirasi wanita untuk kesetaraan gender dan juga apresiasi atas apa yang telah wanita lakukan selama ini.

Hari Perempuan Internasional sudah berlangsung selama lebih dari satu abad. Perayaan ini berlangsung pertama kali pada tahun 1911.

Dilansir dari situs, International Women’s Day, perayaan tersebut juga memiliki simbol warna yang penuh makna. Seperti warna ungu, hijau dan putih.

Warna ungu menandakan keadilan dan maratabat seorang perempuan. Sejatinya, wanita ingin mendapatkan keadilan salah satunya memperjuangkan kesetaraan gender.

Kemudian, warna hijau. Warna tersebut melambangkan harapan tinggi seorang wanita. Serta warna putih melambangkan kemurnian kaum perempuan. Warna-warna tersebut berasal dari Serikat Sosial dan Politik Wanita di Inggris pada tahun 1908.

Hari Perempuan Internasional adalah hari global untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan. Hari tersebut juga sebagai ajang menyerukan kesetaraan gender yang ingin didapatkan wanita.

Di tahun 2021 ini, International Women’s Day menyusung tema ‘Choose to Challenge’. Tema tersebut memiliki makna dunia yang penuh tantangan dan kewaspadaan. Maka, dari tantangan tersebut, muncullah perubahan pada sosok wanita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini