Salip ‘True Beauty’, Drakor ‘Mouse’ Raih Rating Tinggi di Episode Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada kabar baik dari drama Korea yang tayang bulan ini. Drakor ‘Mouse’ sukses meraih rating tinggi di episode perdananya yang tayang Rabu, 3 Maret 2021.

Drama yang dibintangi aktor Lee Seung-gi ini mendapat rating 4,94 persen di penayangan perdananya. Hal itu membuat ‘Mouse’ sukses menyalip drakor fenomenal, ‘True Beauty’ yang meraih rating 4,5 persen.

‘Mouse’ merupakan drama yang mengisahkan Jung Ba-reum (Lee Seung-gi), sosok pemuda jujur dan polos yang bertemu Go Moo-chi (Lee Hee-joon), detektif yang terobsesi balas dendam kepada pembunuh berantai sekaligus pembunuh orang tuanya ketika dia masih kecil.

Selain Lee Seung-gi dan Lee Hee-joon, ‘Mouse’ juga akan diramaikan bintang muda lainnya, seperti Park Joo-hyun (Zombie Detective, Extracurricular), Kyung Soo-jin (Hush, Meloholic), serta Kim Kang-hoon (Mr. Queen, Start-Up).

Episode pertama ‘Mouse’ tayang pada Rabu, 3 Maret 2021. Drama action ini dikhususkan untuk dewasa demi menunjukkan totalitas kepada penonton drakor bergenre thriller tersebut.

Tak hanya itu, ‘Mouse’ juga menjadi drama perdana Lee Seung-gi dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Lee Seung-gi sukses membintangi drama ‘Vagabond’ pada 2019 bersama Bae Suzy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini