Tak Serius, Brasil Jadi Negara dengan Angka Kematian Covid19 Kedua Terbanyak di Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTABrasil menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid19 nomor dua terbanyak di dunia setelah dalam 24 jam terakhir pertambahannya sebanyak 1.541 orang. Itu karena varian baru yang tiga kali lebih menular.

Dengan penambahan itu, sejak pandemi merebak negara samba tersebut mencatat lebih dari 250 ribu orang meninggal dunia akibat Covid19.

Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuelo, menyatakan Brasil sedang menghadapi varian baru Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19 yang tingkat penularannya tiga kali lebih cepat.

“Brasil sedang menghadapi tahap baru pandemi,” ujar Eduardo Pazuelo, Kamis 25 Februari 2021.

Saat ini, menurut Pazuelo, Brasil telah mendistribusikan 13 juta hingga 14 juta dosis vaksin dan pemerintah menargetkan sudah memvaksin 210 juta penduduk pada pertengahan tahun ini.

Saat ini, seperti dilaporkan Reuters, Brasil menggunakan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan Universitas Oxford dan Coronavac dari Sinovac seperti digunakan Indonesia.

Kini Kongres sedang membuat undang-undang agar kementerian kesehatan setempat bisa membeli vaksin buatan Pfizer.

Sementara, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro hingga kini masih menentang vaksinasi dan tidak serius menangani Pandemi Covid19 sehingga mengundang kritik yang luas dari warganya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini