Cerita Kode ’08 dan 09′ Dalam Hubungan Luhut dan Prabowo

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Politisi senior Ruhut Sitompoel membocorkan percakapan telepon antara Luhut Binsar Panjaitan dan Prabowo Subianto, Rabu 29 Mei 2019 siang. Dalam pembicaraan itu Luhut menyebut ’08 sebagai seorang negarawan.’

Sandi itu muncul saat keduanya akan mengakhiri pembicaraan. Saat itu Luhut prinsipnya meminta Prabowo segera pulang.

“Baliklah kau, tapi Wo (Prabowo–Red), udahlah apalagi sih? Jangan ada yang rame-rame lagi. 08 itu ksatria, dia negarawan,” begitu Ruhut menirukan ucapan Luhut kepada Prabowo.

Melalui speaker telepon Luhut, seperti diungkapkan Ruhut, terdengar suara Prabowo yang melunak. “Oh iya bang enggak bang,” kata Ruhut menirukan pembicaraan mereka.

Sebutan 08 ternyata juga digunakan orang-orang khusus Partai Gerindra terhadap Prabowo Subianto.

Selidik punya selidik, ternyata sebutan tersebut sudah melekat pada diri Prabowo sejak berkarir di Kopassus.

Tepatnya saat dia menjadi Wakil Detasemen 81 Anti Teror Kopassus. Sedangkan komandannya waktu itu Luhut Panjaitan. Luhut dan Prabowo adalah pimpinan pertama detasemen tersebut.

Jika Prabowo memiliki panggilan sandi radio 08, Luhut dipanggil dengan 09. Ternyata panggilan tersebut tetap melekat hingga kini di antara mereka.

Kedua angka tersebut dalam hubungan Prabowo dan Luhut sekarang bukan lagi sebagai wakil dan komandan, melainkan benar-benar menjelma menjadi hubungan abang dan adik.

Dalam tradisi militer setiap abang selalu berkuasa atas setiap adik. Bahkan kabarnya jika sang adik memiliki pacar yang disenangi abangnya, dia harus merelakannya.

Maka tidak heran, dalam perbincangan telepon tersebut Prabowo terkesan sangat menghormati Luhut sebagai abangnya.

Berita Terbaru

Papua Jadi Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Yohanes Kogoya*Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraanmasyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa. Dalam konteks pembangunan nasionalsaat ini, Papua menempati posisi yang semakin strategis, bukan hanya sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan Pasifik, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensisumber daya alam melimpah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagaikebijakan dan program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa Papua kini menjadibagian penting dalam agenda pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.Komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Papua mendapat penegasan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Menurutnya, paradigma pembangunan nasional saat ini telah bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada Pulau Jawa menjadi pembangunan yang berpusat pada seluruh wilayah Indonesia. Papua pun ditetapkan sebagaisalah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis, mulai daripembangunan infrastruktur, rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, program Makan BergiziGratis, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas melalui Trans...
- Advertisement -

Baca berita yang ini