Innalillahi, Pakar Ilmu Komunikasi dan Cendikawan Muslim Jalaluddin Rakhmat Wafat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pakar ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran, KH. Jalaluddin Rakhmat dikabarkan telah meninggal dunia, di ICU RS Santosa Internasional Bandung, Senin 15 Februari 2021.

Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Unpad, Dandi Supriadi yang menyebut lelaki dengan panggilan Kang Jalal itu wafat pada pukul 15.45 WIB.

Lelaki kelahiran Rancaekek, Kabupaten Bandung itu wafat pada usia 71 tahun karena sakit yang belum diketahui publik.

Terakhir, aktivitasnya sebagai politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan pernah menjadi anggota DPR RI dari partai tersebut.

Selama hidupnya, Kang Jalal sangat aktif mempelajari Islam dan banyak menulis buku-buku soal agama itu sehingga banyak yang menjulukinya juga sebagai cendikiawan Islam.

Dia juga mendirikan SMA Muthahari di Bandung yang memiliki metode pengajaran interaktif tidak seperti sekolah pada umumnya yang indoktrinatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini