Selain Vaksin, PPKM Mikro Solusi untuk Tekan Covid-19 di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah berupaya agar kasus positif covid-19 bisa ditekan di Indonesia. Selain melakukan vaksin, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro menjadi solusi untuk menekan penyebaran wabah. PPKM mikro mengatur pembatasan dilakukan di level kelurahan, kecamatan, hingga kota.

“PPKM mikro jadi salah satu solusi untuk tekan Covid-19 selain vaksinasi dan protokol kesehatan,” ujar Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir.

Pemerintah memberlakukan PPKM mikro sejak 9 Februari 2021. Kebijakan itu sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk menekan angka penambahan kasus positif virus Corona yang masih terus menanjak sembari memulihkan perekonomian.

Erick menjelaskan, selama PPKM skala mikro berlangsung, layanan publik seperti angkutan udara akan beroperasi seperti biasa. Namun, perusahaan transportasi, khususnya pelat merah, akan mengikuti aturan dari masing-masing daerah.

Erick memastikan sampai saat ini belum ada pemerintah daerah yang mengeluarkan larangan penerbangan. “Kalau memang posisi suatu kota tidak diperbolehkan ya kami mengikuti, tapi hari ini belum ada larangan itu. Jadi kami tetap terbang seperti biasa,” ujarnya.

Erick mengatakan maskapai BUMN, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, telah menerapkan kedisiplinan untuk mencegah penyebaran virus corona di simpul transportasi.

Salah satunya, Garuda masih memberlakukan seat distancing atau kursi berjarak kendati Kementerian Perhubungan telah mengizinkan kapasitas penumpang maskapai mencapai 100 persen.

“Itu yang justru harus diapresiasi bahwa Garuda walaupun kondisi seperti ini maintenance pesawat terjaga, pelayanan customer dengan protokol Covid-19 sangat diutamakan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini