Edan! Penyuplai Senjata Kerusuhan 22 Mei adalah Perempuan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak disangka, ternyata pemasok senjata untuk kerusuhan yang terjadi dalam aksi 21 dan 22 Mei 2019 lalu adalah seorang perempuan.

Dalam pendalaman kasus ini, Mabes Polri menyebut perempuan berinisial AF tersebut adalah warga Pancoran, Jakarta Selatan. Ia menjadi tersangka bersama lima lainnya yakni HK, AR, IR, TJ dan AD.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 27 Mei 2019, empat orang dari para tersangka itu bertugas sebagai eksekutor yang menyebabkan kerusuhan.

Keempat orang itu adalah HK, AZ, IR dan TJ yang bertugas merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. Sedangkan AF dan AD berperan memasok senjata api.

“AF berperan sebagai penyuplai dan penjual senjata revolver Taurus kaliber 38 kepada tersangka HK,” kata Iqbal.

Iqbal menuturkan, tersangka AF menerima hasil penjualan senpi sebesar Rp 50 juta. Polisi menangkap AF pada Jumat 24 Mei 2019 di Bank BRI, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Sebagai informasi, dibandingkan dengan pistol otomatis, pengoperasian revolver lebih mudah dan kadang-kadang lebih andal, mengingat sederhananya mekanisme yang digunakan.

Revolver Taurus 38 Special merupakan senjata genggam buatan Brasil tahun 2000. Senjata ini memiliki panjang laras empat inci dan kaliber 38 spesial dengan jarak tembak efektif 50 meter. Senjata ini mampu menembakan 220 butir peluru per menit dengan jarak jangkau tembakan mencapai 200 meter.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini