Kocak! Viral Hantu Tembus Pandang di Sinetron Bikin Ngakak, Netizen Salfok ke Bawah Meja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tayangan sinetron kerap kali menampilkan adegan yang diluar dugaan penonton. Tak terkecuali scene sosok yang sudah meninggal dunia dan berwujud seperti hantu.

Jika biasanya adegan tersebut menyeramkan dan membuat bulu kuduk berdiri, beda halnya dengan sosok hantu di sinetron ini.

Hantu itu viral setelah akun Twitter, @kegblgnunfaedh. Dalam sinetron yang tak diketahui judulnya itu, menampilkan sosok hantu tembus pandang dengan pakaian serba putih.

“Sendalnya belum mau mati,” tulis akun Twitter tersebut.

Namun, alih-alih menyeramkan, sosok penampakan wanita itu justru bikin ngakak. Pasalnya, terlihat di bawah meja makan yang ada di depannya, hantu itu terlihat menginjak bumi dan memakai sandal.

Padahal, umumnya hantu melayang. Dan tidak menapak ke bumi.

Sontak, netizen salfok dengan adegan gagal horor tersebut. Mereka berkomentar usil menanggapi adegan kocak itu.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini