Viral! Video Pria yang Ditinggal Pergi Anjing Tetangga, Netizen Ikutan Sedih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video TikTok akun bernama @townker yang menampilkan kisah pertemanan seorang pria dengan seekor anjing menjadi viral. Netizen pun dibuat haru karena keduanya telah berpisah.

Dalam video yang dibagikan, kreator TikTok bernama Townker memperkenalkan anjing berwarna kuning keemasan yang bernama Tom. Disebutkan bahwa Tom adalah milik tetangganya.

Townker sebenarnya ingin sekali memelihara anjing. Namun, keinginannya itu diurungkan karena dianggap haram.

“Hai perkenalkan, Tom temanku. Anjing milik orang di komplek tetangga. Sebenarnya mau banget piara anjing, tapi dalam agama ku gak boleh, kecuali untuk alasan tertentu,” tutur @townker.

Sudah 3 bulan ini, pria yang ada di dalam video berteman baik dengan Tom. Bahkan, dia tau apa makanan kesukaan si Tom yakni roti isi krim keju.

“Kalau sudah liat aku dari jauh pasti langsung lari ke jendela pagar. Berteman dengan Tom sudah 3 bulanan. Dua hari sekali pasti ketemu teman ku ini, paling suka makan roti keju,” kata dia.

Pemilik akun tersebut merasa kasihan dengan Tom. Sebab, sang pemilik kadang tidak di rumah dan meninggalkan Tom sendirian.

Sedihnya, Tom dan pemiliknya sudah pindah rumah. Dia pun sedih karena tak bisa lagi menemui dan memberi makan Tom.

“Hari ini aku datang lagi dan kanget banget, rumahnya sudah kosong. Tom juga udah gak ada. Padahal aku bawain makanan kesukaannya. I will always miss you my friend,” ucapnya sedih.

@townker

Tak pernah memiliki tapi merasakan kehilangan ?

♬ original sound – Townker – Townker

Hingga artikel ini dibuat, video tersebut viral dan sudah ditontong hingga 1,2 juta kali. Netizen pun merasa sedih dengan perpisahan pria dengan anjing tetangganya itu.

“Anjing diberi makan sekali saja dia tidak akan melupakanmu, pasti dia juga kangen sama anda,” komentar Anthinu Sandakala.

“Anjing itu lebih diartikan sebagai hewan yang setia dan sangat sayang sama orang,” kata OHTO AI.

“Nangis om gue,” tulis Mila dengan menyematkan emoticon sedih.

“Andaikan anjing tidak haram, gua pelihara dah,” kata Maulana.

“Kadang hewan lebih mengerti perasaan kita dibandingkan manusia lainnya,” komentar umai181203.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini