Ditemukan Danau Terbesar di Bulan Saturnus, Bukti Ada Kehidupan Selain di Bumi?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Badan Antariksa AS, NASA dalam misinya menemukan bahwa satelit alami Planet Saturnus bernama Titan ternyata memiliki danau besar di permukaannya dengan kedalaman lebih dari 1.000 kaki atau 304 meter.

Danau yang disebut Kraken Mare ini sangat dalam sehingga kedalaman pastinya tidak dapat diukur. Tujuh tahun lalu, diyakini bahwa kedalaman danau ekstraterestrial itu adalah setidaknya 115 kaki.

Salah satu peneliti di Cornell Center for Astrophysics and Planetary Science (CCAPS), Valerio Poggiali mengatakan Danau Kraken Mare, tidak hanya memiliki nama besar, tetapi juga mengandung sekitar 80 persen cairan permukaannya.

Akibat penemuan misterius di Titan tersebut, para peneliti yakin bahwa mereka dapat mengirim kapal selam robotik ke danau Kraken Mare, hal itu dilakukan untuk mengetahui kedalaman danau yang sebenarnya.

Nantinya kedalaman dihitung menggunakan waktu yang dibutuhkan sinyal radar untuk memantul kembali dari permukaan cairan badan air dan dasarnya. Perbedaan antara keduanya dihitung dengan memperhatikan faktor-faktor seperti komposisi cairan danau karena menyerap energi dari sinyal.

Selain itu, para ilmuwan dikejutkan oleh komposisi danau yang sebelumnya diyakini sebagian besar adalah etana, mengingat ukuran dan lokasi danau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini