Akhirnya MU Rasakan Duduk di Puncak Klasemen Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, BURNLEY – Manchester United meraih tiga poin atas Burnley. Kemenangan yang membawa Setan Merah duduk di puncak klasemen untuk pertama kalinya sejak era Sir Alex Ferguson.

Berlaga di Turf Moor, Rabu 13 Januari 2021 dini hari WIB, MU mengalahkan Burnley dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan Manchester Merah dicetak Paul Pogba di menit ke-71.

Menurut catatan Opta, ini adalah pertama kalinya MU duduk di puncak klasemen setelah menjalani 17 pertandingan. Terakhir kali MU bisa duduk di puncak klasemen di periode yang sama adalah di musim Ferguson pensiun, 2012/13.

MU untuk sementara berada di puncak klasemen dengan 36 poin atau unggul tujuh poin dari Liverpool di posisi kedua.

“Ini sesuai dengan apa yang kami harapkan dan kami menyelesaikan tugas dengan baik. Kami pantas mendapatkan tiga poin. Kami ada di puncak klasemen dan sangat bahagia,” kata gelandang Manchester United, Nemanja Matic, dikutip dari BBC, Rabu 13 Januari 2021.

“Kami berada di posisi yang semestinya. Burnley tim bagus dan meraih kemenangan di sini tidak mudah. Kami tetap fokus satu pertandingan ke pertandingan lain. Kini saatnya fokus ke pertandingan selanjutnya lawan Liverpool,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini