Unik! Dalam Tujuh Tahun Terakhir, Final Piala Liga Mempertemukan Guardiola Vs Mourinho

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pep Guardiola dan Jose Mourinho akan bertemu lagi final Piala Liga Inggris. Keduanya selalu jumpa di final dalam tujuh tahun terakhir.

Guardiola membawa City melaju ke final Piala Liga Inggris dengan menyingkirkan rival sekota, Manchester United dengan skor 2-0, Kamis 7 Januari 2021 dini hari WIB di Old Trafford.

Dua gol kemenangan City dicetak John Stones dan Fernandinho. Dalam tiga tahun terakhir, Manchester Biru selalu menjadi juara.

Di sisi lain, Mourinho membawa Tottenham Hotspur ke final Piala Liga Inggris usai menaklukkan Brentford dengan skor 2-0. Uniknya lagi, Mourinho punya rekor sempurna di final Piala Liga Inggris. Empat kali maju ke final, Mourinho selalu menjadi juara bersama tim yang dibesutnya.

Sejak 2014 hingga 2020, Mourinho selalu berjumpa dengan Guardiola di final. Mourinho membawa Chelsea juara di 2015 dan Manchester United di 2017. Sisanya, Guardiola menjadi juara dengan Manchester City.

Final Piala Liga Inggris akan digelar di Stadioin Wembley pada April mendatang. Ini akan menjadi pembuktian dua pelatih jenius. Guardiola mengincar trofi keempat secara beruntung, sementara Mourinho berusaha mempertahankan rekor sempurna di final Piala Liga Inggris.

“Final Piala Liga Inggris bukan digelar pekan depan. Kami akan berusaha dalam kondisi terbaik di final nanti. Tottenham Hotspur adalah tim top, tapi kami belum memikirkan soal itu (final),” ujar Guardiola, dikutip dari BBC, Kamis 7 Januari 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini