Tak Pernah Menang Ballon d’Or, Ibra: Bodo Amat

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Zlatan Ibrahimovic belum pernah memenangkan trofi Ballon d’Or selama kariernya. Ibrahimovic mengaku tak peduli dengan fakta tersebut.

Ibrahimovic punya karier cemerlang di dunia sepak bola. Dia memenangkan banyak gelar bersama klub-klub top dunia, seperti Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, Manchester United, dan PSG.

Memasuki usia 38 tahun, Ibrahimovic masih tetap tampi konsisten. Untuk sementara dia menjadi pencetak gol terbanyak Milan. Sejak didatangkan pada Januari lalu dengan status bebsa transfer, Ibrahimovic berhasil mengatrol permainan Milan.

Di akhir tahun 2020, Milan berada di puncak klasemen dan belum pernah terkalahkan. Rossoneri disebut sebagai kandidat kuat Scudetto musim ini mematahkan dominasi Juventus.

Meski punya karier cemerlang, Ibrahimovic belum pernah memenangkan Ballon d’Or. Tapi, dia mengoleksi 12 trofi Pemain Terbaik Swedia.

“Saya takkan menukar 12 trofi Pemain Terbaik Swedia dengan satu trofi Ballon d’Or France Football. 12 trofi tersebut membuktikan saya selalu konsisten sepanjang karier,” ujar Ibrahimovic, dikutip dari Football Italia, Selasa 29 Desember 2020.

“Saya sering melihat pesepakbola tampil bagus di Piala Dunia, Piala Eropa, atau Liga Champions. Satu tahun tampil luar biasa, tapi setelah itu menghilang. Saya selalu berada di level top, bukan hanya tampil bagus dalam satu tahun,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Scaling Rural Health: Potensi Besar Kopdes dalam Layanan Kesehatan

Oleh : Doni AriawanDi tengah tantangan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, wilayah pedesaanmasih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses fasilitas hingga tenagamedis. Jarak yang jauh, infrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasaninformasi menjadi hambatan utama bagi masyarakat desa untuk mendapatkanlayanan kesehatan yang layak. Dalam konteks ini, munculnya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai lembaga ekonomi berbasis komunitas menawarkanpotensi baru yang belum banyak dimaksimalkan, khususnya dalam mendukunglayanan kesehatan di tingkat lokal.Kehadiran Kopdes Merah Putih nantinya diharapkan akan menjadi penggerakekonomi desa, membantu masyarakat dalam hal simpan pinjam, distribusi kebutuhanpokok, hingga pemasaran hasil pertanian. Namun, perannya dapat diperluas menjadilebih strategis dengan masuk ke sektor kesehatan. Dengan jaringan yang dekatdengan masyarakat dan tingkat kepercayaan yang tinggi, Kopdes Merah Putih memiliki posisi unik untuk menjadi jembatan antara layanan kesehatan formal dan kebutuhan riil warga desa.Salah satu bentuk kontribusi Kopdes Merah Putih dalam layanan kesehatan adalahmelalui penyediaan fasilitas kesehatan dasar, seperti klinik desa atau pos kesehatanterpadu yang dikelola secara mandiri. Kopdes Merah Putih dapat bekerja samadengan tenaga medis setempat untuk menyediakan layanan pemeriksaan rutin, imunisasi, hingga edukasi kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu selalubergantung pada puskesmas yang mungkin lokasinya jauh atau memiliki antreanpanjang.Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menjelaskan Kopdes Merah Putih akandilengkapi gerai obat dan klinik desa. Menurut dia, saat ini minim obat dan minim fasilitas kesehatan di desa-desa, kemudian masih banyak masyarakat desa yang tidak tercakup oleh BPJS...
- Advertisement -

Baca berita yang ini