Mantul! Jokowi Jadi Sampul Majalah Milenial Arab Saudi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang memiliki kharisma luar biasa di mata dunia.  Hal itu dibuktikan dimana wajah orang nomor satu di Indonesia ini terpampang dalam sampul majalah milenial Arab Saudi, Ar-Rajol, edisi teranyar yang terbit pada pekan ini.

“Joko Widodo, Presiden Indonesia menjadi salah satu tokoh dalam majalah Ar-Rajol,” demikian pernyataan majalah Ar-Rajol dalam promosinya di laman Facebook resmi mereka.

Ar-Rajol membeberkan sejumlah pernyataan menarik Jokowi dalam majalah itu. “Jika negara dan rakyat takut akan terorisme, ini adalah kegagalan yang menakutkan,” tulis Ar-Rajol mengutip pernyataan Jokowi.

Menurut iklan tersebut, Jokowi juga membahas bahwa Indonesia memiliki enam agama dan 1.100 bahasa daerah, tapi tetap dapat hidup berdampingan.

“Arab Saudi adalah mitra strategis untuk meningkatkan reputasi Islam. Kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017 merupakan kunjungan yang bersejarah,” kata Jokowi.

Sejak Raja Salman melakukan lawatan pada 2017 lalu, hubungan Indonesia dan Saudi memang terus memperkuat komitmen kerja sama.

Setahun kemudian, Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), bahkan diagendakan berkunjung ke Indonesia di tengah kisruh pembunuhan jurnalis pengkritiknya, Jamal Khashoggi.

Kunjungan itu batal, tapi Jokowi kemudian bertandang ke Saudi pada April lalu. Dalam kunjungan itu, Jokowi kembali berjumpa dengan Raja Salman.

Selain menyepakati peningkatan kerja sama perekonomian, Jokowi juga mengapresiasi keputusan Saudi untuk memberikan 10 ribu kuota haji tambahan bagi Indonesia.

Selain menambah kuota, Saudi juga kembali menormalkan jumlah jemaah yang bisa menunaikan ibadah haji, dari 168 ribu menjadi 211 ribu. Dengan demikian, total kuota haji Indonesia mencapai 221 ribu sejak tahun lalu hingga saat ini.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini