Tak Hanya Fisik, Skuat Garuda Select Dilatih Interaksi dengan Pemain Asing

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOUGHBOROUGH – Selain memberikan pendidikan sepak bola yang mumpuni, salah satu target Program Garuda Select adalah melatih mental para pemain saat bertemu dengan berbagai macam karakter orang-orang asing.

Berbeda dengan dua angkatan sebelumnya, Garuda Select angkata tiga menghadirkan dua pemaina asal Italia, Lorenzo Berra dan Elia Di Giuliomaria. Mereka berlatih bersama dengan para pemain Garuda Select.

Dengan kehadiran dua pemain asing beda bahasa dan budaya, para pemain diharapkan bisa keluar dari zona nyaman dan berani berinteraksi dengan bangsa lain.

Hasilnya, tidak terlalu sulit bagi para pemain muda ini saling akrab. Satu-satunya kendala hanyalah aspek bahasa yang memang menjadi tantangan mendasar. Namun, di luar itu, mereka tampak saling berbaur dalam berbagai kesempatan, dari mulai latihan, bahkan sampai mencuci baju bersama.

“Kami sudah mulai terbiasa berinteraksi. Kemarin laundry bareng dengan yang lain. Kemudian juga sempat nobar pertandingan Juventus di kamar hotel. Sekalian belajar bahasa Italia juga,” kata salah satu pemain Garuda Select, Hokky Caraka.

“Kebetulan kami mudah akrab. Di luar waktu latihan, kemarin sempat belanja keperluan sehari-hari. Walaupun memang beberapa kali harus menggunakan aplikasi penerjemah,” timpal Noval Junior.

Lorenzo pun merasakan hal yang sama. Pemain asal Como itu mengaku senang bisa mendapatkan teman-teman baru selama mengikuti program Garuda Select.

“Mereka semua baik, kami sering berinteraksi di luar latihan. Kami banyak bertanya satu sama lain tentang negara masing-masing. Lumayan menjadi penyeimbang di tengah intensitas latihan yang tinggi,” ujar Lorenzo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini