Baru Dilantik, Bupati Cirebon Langsung Dijebloskan ke Penjara

Baca Juga

MINEWS, JABAR – Nahas nasib Sunjaya Purwadisastra. Ia hari ini Jumat 17 Mei 2019 baru saja dilantik sebagai Bupati Cirebon oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate.

Setelah dilantik, Sunjaya langsung menatap jeruji besi. Ia terpaksa harus kembali ke penjara, lantaran menyandang status sebagai terdakwa kasus suap.

Sunjaya adalah petahana pemenang Pilkada 2018 Cirebon. Ia sebelumnya terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon. Meski belum ada putusan hukum, sementara ini posisi bupati terpaksa langsung digantikan oleh wakilnya, Imron Rosyadi sebagai pelaksana tugas (Plt).

Seusai prosesi pelantikan, Sunjaya langsung mendapat pengawalan ketat. Ia segera diarahkan menuju Rutan Klas 1A Bandung atau Rutan Kebonwaru.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sempat menyampaikan beberapa pesan kepada Sunjaya. Kang Emil meminta Sunjaya tetap sabar selama menjalani proses hukum.

Keputusan pemberhentian sementara Sunjaya dari jabatannya disampaikan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Barat Dani Ramdhan. Ia mengatakan, penunjukan Imron Rosyadi sebagai Plt Bupati Cirebon berdasarkan keputusan Mendagri.

“Menunjuk Wakil Bupati Cirebon saudara Imron untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai pelaksana tugas Bupati Cirebon. Keputusan ini berlaku setelah pelantikan ini berlangsung,” kata Dani.

Berita Terbaru

Persiapan Relaunching AMANAH Hadirkan Ruang Inovasi Daur Ulang, Dorong Ekonomi Kreatif Pemuda Aceh

Oleh : Sylmi Mubarok*)Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menghadirkanterobosan baru melalui Ruang Inovasi berbasis daur ulang yang menjadi simbol penguatanekonomi kreatif di kalangan pemuda Aceh. Program ini menampilkan berbagai produkinovatif hasil olahan sampah seperti SOBOTIK (sofa botol plastik), briket ampas kopi, hingga eco enzym, yang tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga ramah lingkungan. Kehadiran inisiatif tersebut menegaskan komitmen AMANAH dalam mendorong lahirnyagenerasi muda yang kreatif, produktif, sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.Keberadaan kawasan kreatif AMANAH di Ladong, Aceh Besar, menjadi simbol konkret darikeseriusan dalam membangun fondasi ekonomi masa depan. Dengan nilai investasi mencapaisekitar Rp200 miliar sejak diresmikan pada akhir 2024, AMANAH kini hadir sebagai pusatinovasi yang menggabungkan berbagai sektor strategis, mulai dari industri kreatif, pertanianmodern, hingga pengembangan UMKM berbasis teknologi.Dalam relaunching kali ini, AMANAH menampilkan berbagai program unggulan yang menegaskan arah pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satusorotan utama adalah kehadiran Ruang Inovasi yang menampilkan enam produk hasilpengolahan sampah bernilai ekonomi tinggi. Produk-produk tersebut meliputi SOBOTIK (sofa berbahan botol plastik), briket dari ampas kopi, pouch dari kain perca, pupuk berbahandaun nilam, eco enzym, serta berbagai produk daur ulang dari sampah plastik rumah tangga.Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga mengintegrasikan prinsipekonomi sirkular dalam pengembangan industri kreatif. Generasi muda tidak hanya didoronguntuk menciptakan produk, tetapi juga untuk menghadirkan solusi atas persoalan lingkunganyang semakin kompleks.Selain itu, geliat UMKM binaan AMANAH juga semakin terlihat nyata. Hingga 17 April 2026, tercatat sebanyak 45 produk UMKM telah terverifikasi, dengan 40 produk di antaranyatelah dipajang di Galeri UMKM. Sementara itu, lima produk lainnya masih dalam proses kurasi di sekretariat AMANAH Banda Aceh. Capaian ini menunjukkan bahwa AMANAH tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga menjadi inkubator bisnis yang mampumengantarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, sebelumnya juga menilai bahwa fasilitasyang dimiliki Gedung AMANAH merupakan lompatan besar dalam mendukungpengembangan potensi anak muda. Dengan adanya studio musik modern, ruang podcast, hingga bengkel kreatif,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini