Jokowi Serahkan 18 Nama Calon Anggota Ombudsman, Didominasi Dosen-ASN

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melalui Mensesneg Pratikno telah menyerahkan 18 nama calon anggota Ombudsman RI kepada DPR pada Rabu 2 Desember 2020.

Nama-nama tersebut adalah hasil seleksi, yang sebelumnya dilakukan, sebagai tindak lanjut masa jabatan anggota Ombudsman saat ini, yang akan habis pada 17 Februari 2021.

“Dengan surat nomer R46. Presiden.12 2020 pada 2 Desember 2020 yang lalu presiden menyampaikan 18 nama tersebut kepada DPR dan sudah diterima sekjen DPR pada 2 desember 2020, kami sampaikan 18 nama calon anggota ombudsman dari Presiden ke DPR,” kata Pratikno.

Ia meminta, DPR segera menindaklanjuti surat dari Jokowi, agar terpilih 9 orang dari 18 nama yang diserahkan.

“Jadi sekali lagi kami mengharap menunggu keputusan DPR,” ujar Pratikno.

Berikut 18 nama calon anggota Ombudsman yang telah dikirim ke DPR :

1. Andri Gunawan Sumianto (tenaga ahli pada DPR RI)

2. Bobby Hamzar Rafinus (ASN pada Kemenko Perekonomian)

3. Dadan Suparjo Suharmawijaya (anggota Ombudsman RI)

4. Hani Hasjim (Konsultan komunikasi pada PT Redwhite Communication)

5. Heru Setiawan (Vice President Kelembagaan pada PT PLN Pusat)

6.Hery Susanto (Direktur Operasional pada PT Grage Nusantara Global)

7. Indraza Marzuki Rais (Kepala SPI PT Perikanan Nusantara

8. James Modouw (Dosen ISI Denpasar)

9. Jemsly Hutabarat (Pegawai pada PT GMF Aeroasia)

10. Johanes Widjantoro (Dosen pada UAJY)

11. Mokh Najih (Dosen UMM)

12. Muhammad Joni Yulianto (Konsultan AIPJ-Cardno Emerging Markets)

13. Noorhalis Majid (Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel)

14. Ratminto (Dosen UGM)

14. Robertus Na Endi Jaweng (Peneliti dan Pimpinan KPPOD)

16. Roby Arya Brata (ASN Sekretariat Kabinet RI)

17. Ucu (ASN Sekretariat Presiden)

18. Yeka Hendra Fatika (Ketua PATAKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini