Sinopsis Film “The Call” yang Tayang di Netflix, Dibintangi Park Shin Hye & Jeon Jong Seo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Film asal Korea Selatan yang bergenre misteri-thriller, ‘The Call’, akhirnya sudah bisa disaksikan di Netflix. Film ini dibintangi Park Shin Hye, Jeon Jong Seo, Kim Sung Ryung, Lee El, Park Ho San, Oh Jung Se, sekaligus Lee Dong Hwi

Film ini diadaptasi dari film The Caller (2011), menceritakan tentang misteri dua wanita yang hidup di waktu berbeda. Satu per satu peristiwa mulai terungkap ketika mereka terhubung melalui panggilan telepon.

Seo Yeon (Park Shin Hye) menerima panggilan telepon dari seorang wanita asing bernama Young Sook (Jeon Jong Seo). Seo Yeon pun segera menyadari bahwa mereka tinggal di rumah yang sama namun terpisah 20 tahun.

Pembicaraan telepon mereka akhirnya mulai mengarah pada konsekuensi yang berbahaya dan tak terduga. Young Sook menyarankan bahwa dia akan menyelamatkan ayah Seo Yeon di tahun 1999. Sebagai gantinya, dia meminta Seo Yeon untuk mengetahui keberadaannya di 2019.

Saat dia meramalkan kematiannya, Young Sook mengancam untuk membalas dendam dan mengubah masa lalunya. Merasa dihantui oleh panggilan yang mengganggu, Seo Yeon mencoba menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya.

Dalam sebuah wawancara, sutradara Lee Chung Hyun pun bercerita mengenai pemilihan karakter utamanya. Ia mengatakan bahwa Park Shin Hye mengambil peran di luar zona nyaman menjadi sebuah kesempatan bagi Park Shin Hye untuk membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa memberikan yang terbaik di setiap genre.

Dalam kesempatan yang sama, Lee Chung juga memuji sosok aktris yang sedang naik daun Jun Jong Seo. “Ia memang terlahir untuk memainkan peran Young-sook,” ujarnya.

Para aktor lain turut memberikan komentar mereka tentang film ini, di mana Kim Sung Ryoung mengatakan bahwa film ini akan sangat menegangkan layaknya sedang menaiki roller coaster, sementara EL berpendapat bahwa ‘The Call’ merupakan film yang sangat inovatif.

Tonton trailer “The Call” di bawah ini:

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini