Wajib Tahu! Ini Cara Traveling Hemat ala Backpaker

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Liburan ke luar negeri merupakan impian bagi para pencinta traveler. Mulai dari negara-negara Asia sampai lintas benua ingin mereka datangi untuk menikmati alam dan budayanya.

Banyak kaum milenial yang menggunakan jasa agen travel untuk perjalanannya. Namun, tidak jarang pula orang memilih backpacker karena keterbatasan budget.

Kebanyakan milenial, saat backpacking di luar negeri mereka memilih hostel karena harganya murah dan diakui resmi oleh negara setempat. Nah, inilah beberapa tips traveling ala backpacker yang pas dengan budget dan membuat traveling mu makin lancar!

1. Manfaatkan Promo Tiket

Informasi promo tiket dapat dicari lewat internet dengan cara mengunjungi situs resmi maskapai yang bersangkutan. Atau, Kamu dapat juga membuka situs travel agent besar lainnya yang dapat dipercaya.

Beberapa maskapai penerbangan tak jarang melakukan kegiatan promosi. Salah satunya dengan cara menebar tiket promo dengan harga yang sangat terjangkau.

Pada umumnya, tiket promo dijual sejak jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Sehingga, penumpang harus mempersiapkan jadwal dan juga dana untuk membeli tiket ini sejak awal.

2. Kunjungi Negara Bebas Visa

Untukmu pemula backpacker yang minat ke luar negeri, jika memiliki keterbatasan uang dapat mengunjungi negara bebas visa terlebih dahulu seperti negara-negara ASEAN. Pasalnya, membuat visa pada dasarnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka, pilihlah negara-negara yang bisa bebas dikunjungi tanpa visa terlebih dahulu, sebelum mengeksplore lebih jauh lagi.

3. Gunakan Transportasi Publik

Mode transportasi seperti kereta dan bus adalah pilihan terbaik untuk para backpacker. Karena biaya yang cukup terjangkau, Kamu dapat menghemat pengeluaran ketika berjalan-jalan di sana. Berpergian dengan menggunakan taksi selama berada di luar negeri, akan lebih banyak menguras uang dari kantong Kamu.

4. Pilih Alternatif Penginapan

Karena backpacker lebih suka menjelajah ketimbang menghabiskan waktu di hotel, pilihlah untuk menginap di hostel yang harga per malamnya lebih murah. Jika ingin memilih hotel, akan lebih murah jika anda memesan secara bersamaan dengan memesan tiket pergi.

Cara lainnya adalah dengan liburan ke luar negeri saat low season, Sebab, biasanya hotel memberi harga lebih murah daripada saat high season.

5. Makan dan Belanja Sebutuhnya

Saat travelling ala backpacker dengan uang yang terbatas, maka pilihan untuk makan di warung biasa yang banyak dikunjungi oleh warga lokal. Pada umumnya, rumah makan yang ramai dikunjungi oleh warga lokal akan memiliki rasa yang enak dan harga yang cukup bersahabat, termasuk untuk turis.

Jadi gimana? Sudah siapkah menjelajah negara impian dengan liburan ala backpacker?

Reporter : Nia Isdamayanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini