Pesan Presiden ke Gubernur Maluku Utara: Hati-hati dan Perhatikan Rakyat

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Abdul Gani Kasuba akhirnya resmi menjabat Gubernur Maluku Utara periode 2019-2024. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta agar Abdul melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Sebagai informasi, beberapa proyek yang belum usai yakni seperti pembangunan di Morotai. Proyek itu terhambat masalah pembebasan lahan dan harus menjadi salah satu fokus perhatian gubernur terpilih tersebut.

“Pesan khusus beliau untuk berhati-hati, supaya memperhatikan rakyat. Yang kedua mengerjakan tugas-tugas yang ada yang di depan, apa-apa yang bisa kita lanjutkan, kita lakukan,” kata Abdul Gani Kasuba setelah pelantikannya di Istana Negara Jakarta, Jumat 10 Mei 2019.

Presiden juga berpesan supaya Abdul Gani agar berhati-hati dan memperhatikan kepentingan rakyat. “Hanya pesankan ya baik-baiklah. Harus perhatikan rakyat baik-baik, masyarakat ya, jangan disakiti diabaikan, permudah semua termasuk izin-izin dan lain-lain. Tidak boleh dipersulit,” kata Abdul Gani.

Pada kesempatan itu, Abdul Gani memastikan proyek tersebut sekarang sudah mulai berjalan walaupun belum seluruhnya rampung. “Dan sekarang sudah mulai berjalan, proyek-proyek di KEK juga, pariwisata, perikanan fasilitasnya juga sudah mulai,” katanya.

Beberapa investor juga kata dia telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal. Mulai dari ibu kota provinsi sampai ke Bandara Maluku Utara.

“Insya Allah akan kita lanjutkan pembangunannya. Saya meminta langsung kepada Bapak Presiden agar ada jalan bebas hambatan antara ibu kota dan bandara. Kurang lebih 100 km, dengan jalan bebas hambatan bisa kita tempuh dalam 45 menit,” katanya.

Abdul Gani yang menjalani periode keduanya sebagai gubernur itu mengakui sampai saat ini pembangunan infrastruktur di Provinsi Malut belum sepenuhnya rampung.

“Kita belum selesai masalah seperti jalan, lingkar Halmahera, sekitar kabupaten/kota, beberapa pulau juga belum selesai. Mudah-mudahan periode Presiden kali ini juga saya dan wakil bisa melanjutkan proyek tersebut. Di samping program pendidikan, perguruan tinggi, SDM yang harus kita prioritaskan. Kami juga punya sumber di sana, pariwisata, yang luar biasa tinggal kita kembangkan,” katanya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini