Status Merapi Dinaikkan, Gubernur Ganjar Minta Warganya Santuy

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEMARANGGunung Merapi dinaikkan statusnya dari Waspada di level II menjadi siaga di level III atau satu tingkat di bawah level paling berbahaya IV atau awas yang berarti sudah erupsi besar. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga tidak panik.

Namun, dia menginstruksikan jajaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun tim kebencanaan lainnya terus menerus memantau perkembangan Gunung Merapi dengan cermat agar bisa memberi informasi sedini mungkin kepada masyarakat.

Ganjar menegaskan peningkatan status Gunung Merapi menjadi Siaga itu telah diterimanya dari banyak lembaga seperti Badan Geologi dan BMKG.

Maka, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengirimkan Tim BPBD ke lokasi rawan bencana erupsi terutama di Klaten, Boyolali dan Magelang.

Dia menegaskan pembangunan tempat-tempat pengungsian harus dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ganjar mengingatkan pentingnya protokol tersebut karena Pandemi Covid19 hingga kini belum berlalu. “Jadi tempat pengungsian harus menerapkan jaga-jarak,” ujarnya, Kamis 5 November 2020.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan dan Pembangunan Papua Kian Kokoh, Film Pesta Babi Tidak Relevan

Oleh: Yulianus Wenda*Stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi keberhasilan pembangunan di Papua. Dalam konteks ini, upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunanyang inklusif dan berkelanjutan perlu mendapatkan dukungan luas dari seluruhelemen masyarakat. Berbagai program strategis yang saat ini dijalankanmenunjukkan adanya keseriusan negara dalam mendorong pemerataankesejahteraan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat lokal. Namundemikian, di tengah ikhtiar tersebut, munculnya konten-konten yang bersifatprovokatif, seperti film bertajuk “Pesta Babi”, berpotensi mengganggu harmoni sosialdan merusak kepercayaan publik terhadap proses pembangunan yang sedangberjalan.Komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan di Papua terlihat nyatamelalui berbagai kebijakan konkret. Salah satunya adalah program cetak sawah rakyat yang ditargetkan mencapai 30.000 hektare pada tahun ini. Program ini tidakhanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadiinstrumen strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Pendekatan yang digunakan melalui tahapan survei, identifikasi, dan desainmenunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan perencanaan yang matang dan berbasis data. Dengan memperhatikan aspek teknis, sosial, dan potensi konfliklahan, program ini dirancang agar mampu berjalan efektif serta meminimalkanhambatan di lapangan.Lebih jauh, keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat adat menjadi elemenkrusial dalam memastikan keberhasilan program tersebut. Sinergi antara pemerintahpusat dan daerah tercermin dalam koordinasi intensif yang dilakukan untukmempercepat realisasi pembangunan. Pernyataan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menegaskan bahwa proses berjalan secara bertahap dan terukur, dengan target yang jelas hingga tahapkonstruksi. Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D....
- Advertisement -

Baca berita yang ini