Ditanya soal Komentar Sebut Tes PCR Omong Kosong, Ronaldo: ‘No Comment’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LA SPEZIA – Cristiano Ronaldo enggan menjawab ketika ditanya soal komentarnya yang menyebut tes PCR omong kosong. Baginya, hal terpenting adalah sudah bisa main sepak bola lagi.

Ronaldo sudah pulih dari Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri cukup lama sekitar 19 hari. Pertama kali CR7 dinyatakan terpapar Covid-19 pada 13 Oktober saat memperkuat Portugal di UEFA Nations League.

Ronaldo sudah berkali-kali menjalani tes PCR dan hasilnya selalu negatif. Pemain 35 tahun itu sempat melontarkan kekesalannya di Instagram dengan menyebut tes PCR adalah omong kosong. Tak lama berselang, Ronaldo menghapus postingannya itu.

Mantan pemain Real Madrid itu memang butuh waktu lebih lama untuk pulih. Biasanya, seseorang dinyatakan negatif Covid-19 paling lama dua pekan atau 14 hari.

“Saya tidak mau berkomentar. Paling penting adalah Cristiano sudah bisa kembali bermain sepak bola,” ujar Ronaldo, dikutip dari Football Italia, Senin 2 November 2020.

Di laga perdananya usai pulih dari Covid-19, Ronaldo mencetak dua dari empat gol Juventus ke gawang Spezia, Minggu 1 November 2020 di Orogel Stadium-Dina Manuzzi. Juventus menang dengan skor 4-1. Dua gol lainnya dicetak Alvaro Morata dan Adrien Rabiot.

“Saya sudah diisolasi. Saya tak punya gejala dan saya merasa baik-baik saja. Hari ini saya kembali melakukan apa yang saya suka, main sepak bola,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Keamanan Papua Prioritas, Pemerintah Tindak Tegas Gangguan OPM

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang aman, berbagai program peningkatan kesejahteraan akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, merusak fasilitas umum, maupun menghambat aktivitas ekonomi harus ditolak bersama karena tidak memberikan manfaat bagi siapa pun, terutama masyarakat Papua sendiri yang menjadi pihak paling terdampak.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM atau TPNPB dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan hanya melahirkan penderitaan. Pembakaran pesawat perintis PT AMA di Balinggama, Yahukimo, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta mengganggu pelayanan penerbangan di wilayah pegunungan merupakan contoh nyata bagaimana aksi teror berdampak langsungterhadap kepentingan masyarakat. Transportasi udara di Papua bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan jalur utama distribusi bahan pangan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Ketika pesawat perintismenjadi sasaran serangan, yang paling dirugikan bukan hanya pemerintah atau operator penerbangan, tetapi masyarakat yang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar.Tindakan kekerasan terhadap fasilitas publik juga berpotensi menghambat percepatanpembangunan yang selama ini terus diupayakan pemerintah. Berbagai proyek infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan sesuai rencana....
- Advertisement -

Baca berita yang ini