Innalillahi, 7 Santri Tewas Akibat Bom Meledak di Pesantren Kota Peshawar

Baca Juga

MATA INDONESIA, PESHAWAR – Tujuh santri tewas dan 80 lainnya terluka setelah sebuah pesantren di Kota Peshawar, Pakistan diledakkan sebuah bom, Selasa 27 Oktober 2020.

Namun hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab terhadap ledakan di lokasi yang berbatasan dengan Afghanistan tersebut.

Menurut seorang petugas polisi yang menolak disebut namanya menyatakan sejumlah orang tidak dikenal membawa bahan peledak dalam kantong plastik.

Kepala polisi Peshawar Mohammad Ali Gandapur mengatakan kepada Reuters bom tersebut mengandung hingga 6 kg bahan peledak.

Meskipun kekerasan militan di kota tersebut, dan di Pakistan secara umum, telah menurun selama beberapa tahun terakhir, namun pada tahun ini telah terjadi peningkatan serang terhadap pasukan keamanan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang ibu kotanya Peshawar.

Beberapa serangan itu diklaim oleh Taliban Pakistan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini