Soal Gol Kontroversial, Ramos Bela Wasit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penalti yang diberikan wasit Juan Martinez kepada Real Madrid di duel panas kontra Barcelona masih menjadi perdebatan. Sang wasit sendiri sempat berkonsultasi dengan VAR sebelum menunjuk titik putih pada menit ke-63.

Berawal dari pelanggaran yang dilakukan oleh Clement Lenglet terhadap Ramos yang tengah berusaha melompat menyambut bola. Bek tangguh Spanyol itu pun terjatuh usai jerseynya ditarik dan VAR menyatakan Los Blancos berhak atas hadiah penalti. Ramos yang maju sebagai eksekutor sukses membawa Madrid kembali unggul di menit ke-63.

Pada laga bertajuk El Clasico jilid pertama musim ini, Madrid tampil sebagai pemenang dengan skor akhir 1-3. Dua gol Los Blancos lainnya tercipta melalui Federico Valverde dan Luka Modric yang masuk sebagai pemain pengganti. Sedangkan gol tunggal Barcelona hadir lewat Ansu Fati.

Menanggapi gol kontroversialnya, Ramos percaya bahwa wasit telah memberikan keputusan yang tepat. Bek tangguh berusia 34 tahun itu juga meminta tak menyalahkan kepemimpinan wasit.

“Saya pikir hal itu merupakan keputusan yang sangat jelas. Dia (Clement Lenglet) menarik saya ketika saya akan melompat dan itu jelas,” kata Ramos, melansir Football Espana, Minggu, 25 Oktober 2020.

“Tidak adil menilai wasit atas insiden yang begitu jelas. Dari sana kami terus maju dan memanfaatkan moment untuk memenangkan pertandingan menjadi 3-1,” tuntas pemain Timnas Spanyol itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini