Viral Video Andre Taulany Diduga Hina Nabi, Tagar #AndreTaulanyKufurNikmat Trending Topic

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Komedian Andre Taulany lagi-lagi menuai kecaman netizen. Setelah sebelumnya ia dihujat lantaran dugaan hinaan terhadap Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad, kali ini mantan vokalis Stinky itu kembali menuai cibiran lantaran ucapannya yang dianggap menghinai Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah video yang beredar, Andre diduga melontarkan kalimat yang diduga melecehkan Nabi Muhammad SAW. Dalam tayangan video itu, Andre dan Sule sedang berbincang dengan penyanyi Firza yang gemar memakai wewangian.

Firza lantas membahas soal Nabi Muhammad SAW yang aroma tubuhnya sangat harum.

“Dulu aku pernah baca kisah, jadi Nabi Muhammad itu, dulu dia tuh aromanya tuh seribu bunga gitu loh. Jadi berawal dari situ sih. Kalo misalnya kita bisa wangi kenapa nggak,” kata Firza, dikutip Sabtu, 4 Mei 2019.

Andre kemudian menimpali ucapan Firza dengan guyonan yang dinilai melecehkan Nabi.

“Aromanya seribu bunga? itu badan apa kebon?” kata Andre.

Ucapan Andre yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW itu pun ramai diperbincankan di jagad maya.

Bahkan, hingga Sabtu pagi, 4 Mei 2019 ada sebanyak 38,7 ribu tweet membicarakan Andre Taulany. Tagar #AndreTaulanyKufurNikmat pun langsung menjadi trending topic nomor satu di Twitter.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini