Terlalu Dini bagi Inter Bicara Scudetto

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Inter Milan meraih dua kemenangan dari dua laga Serie A. Masih di awal musim, terlalu dini bagi Inter bicara Scudetto.

Di laga perdana, Inter mengalahkan Fiorentina dengan skor 4-3. Kemudian, Nerazzurri menundukkan tim promosi, Benevento dengan kor 5-2.

Tim asuhan Antonio Conte cukup subur dalam urusan mencetak gol dari dua laga. Tapi, lini belakang Inter juga menjadi titik lemah. Conte pernah menyebut, belum ada keseimbangan dalam permainan timnya.

Alexis Sanchez mengatakan, terlalu dini bagi Inter bicara Scudetto. Menurut mantan pemain Manchester United itu, Inter harus tampil lebih baik lagi.

“Baru menjalani dua pertandingan, terlalu dini berpikir besar. Kami harus memperbaiki penampilan terutama mental, bermain, dan pertahanan,” ujar Sanchez, dikutip dari Football Italia, Sabtu 3 Oktober 2020.

“Saya pikir kami semua main bagus, tapi kami bisa lebih baik lagi dari ini. Saya rasa terlalu dini bicara Scudetto. Saya bisa bicara soal itu nanti,” katanya.

“Kami harus berkembang lebih baik lagi, lebih determinasi tinggi. Kami tidak boleh santai, kami harus fokus ke setiap pertandingan yang mudah atau sulit,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini