Ini Manfaat Minum Teh Hijau di Pagi Hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Apa yang biasa kamu lakukan setelah bangun di pagi hari? Mencari gadget? Atau menonton acara di televisi? Ada baiknya, kamu mencari minuman untuk di konsumsi di pagi hari.

Segelas minuman bisa membuat pagi harimu terasa lebih baik loh. Nah, ada beberapa jenis minuman yang bisa kamu konsumsi saat bangun tidur. Salah satunya ialah teh hijau.

Sejumlah penelitian menunjukkan berbagai manfaat kesehatan minuman teh. Polifenol dalam teh memengaruhi aktivitas insulin, membantu menjaga tekanan darah yang sehat, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Dikutip dari Healthline, kandungan kafein dalam secangkir teh hijau dapat menjadi stimulan yang terbukti meningkatkan mood dan kewaspadaan. Maka, pada pagi hari teh bisa menjadi minuman yang menenangkan serta bisa meningkatkan fokus dan konsentrasi.

Masalah bau mulut pun bisa teratasi jika kamu sering meminum teh hijau hangat di pagi hari. Katekin dalam teh hijau mampu menekan pertumbuhan bakteri sehingga menurunkan potensinya. Beberapa bukti menunjukkan, teh hijau juga bermanfaat untuk mengurangi bau mulut.

Selain itu, teh hijau kaya akan antioksidan. Kandungan kafein dalam teh hijau berperan sebagai stimulan otak dan mampu meningkatkan fungsinya. Plus, manfaat teh hijau juga bisa kamu gunakan untuk membakar lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Dengan demikian, masukan teh hijau hangat ke dalam daftar minuman pagimu ya. Namun, agar lebih sehat, konsumsi teh hijau hangat tanpa menambahkan gula sedikit pun. Konsumsi gula pada pagi hari hanya akan mengganggu proses metabolisme tubuhmu.

Selamat Mencoba!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini