Kemenangan ke-100 Zidane Selama Latih Real Madrid di LaLiga

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEVILLE – Torehan spesial dicatatkan Zinedine Zidane ketika membawa Real Madrid mengalahkan Real Betis 3-2. Ini merupakan kemenangan ke-100 Zidane selama melatih Madrid.

Bertanding di Estadio Benito Villamarin, Minggu 27 September 2020 dini hari WIB, Madrid sempat unggul lebih dulu melalui gol Federico Valverde. Betis membalikkan skor 2-1 berkat gol Aissa Mandi dan William Carvalho.

Di babak kedua, Madrid menyamakan skor melalui gol bunuh diri Emerson. Delapan menit jelang laga usai, El Real memastikan torehan tiga poin berkat tendangan penalti Sergio Ramos.

Zidane memimpin Madrid di 147 pertandingan LaLiga dengan rincian 55 kemenangan di kandang dan 45 di laga kandang. Dalam 100 kemenangan tersebut, tim besutan Zidane mencetak 342 gol dan kebobolan 142 gol.

Meski demikian, tak mudah bagi Zidane meraih kemenangan ke-100 di LaLiga. Tak sedikit yang menilai gol Ramos melalui tendangan penalti sedikit kontroversial. Wasit menunjuk titik putih setelah bola dinilai menyentuh tangan Marc Bartra di kotak terlarang.

“Di situ ada beberapa wasit dan mereka sudah melihat tayangan ulangnya. Saya pikir apa yang terjadi sudah adil. Ada wasit yang bertugas dan berkuasa,” ujar Zidane, dikutip dari Marca, Minggu 27 September 2020.

“Saya tak pernah mau terlibat dengan wasit dan saya tak melakukannya hari ini. Hal paling penting adalah pertandingan yang kami mainkan. Kami memberikan segalanya. Ini pertandingan berat melawam tim yang sudah memenangkan dua laga. Kami senang, puas, dan tugas selesai. Kami menderita tapi berhasil meraih tiga poin,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini