Astaga! Ada 7 Kilogram Gulungan Rambut di Perut Wanita Ini, Gegara Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOKARO – Seorang remaja di Negara Bagian Jharkhand, India, memiliki kebiasan aneh yang membuatnya harus dioperasi. Remaja tersebut memiliki kebiasaan mengunyah rambut dan menelannya.

Pada Senin 31 Agustus 2020 lalu, remaja bernama Sweety Kumari menjalani operasi yang berlangsung selama enam jam. Dokter akhirnya berhasil mengambil gulungan rambut dari perut Kumari seberat 7 kilogram tersebut.

Dilansir dari LAD Bible, Senin 7 September 2020, operasi tersebut dilakukan di rumah sakit swasta di distrik Bokaro, Jharkhand, India. Operasi remaja 17 tahun tersebut dipimpin oleh GN Sahu sebagaimana

Gulungan rambut itu adalah rambut-rambut yang telah menumpuk di dalam perutnya selama beberapa tahun. Setelah menjalani operasi, Kumari dilaporkan dalam keadaan stabil dan akan keluar dari rumah sakit setelah dilakukan observasi awal.

Ketika pertama kali diperiksa, Kumari didiagnosis memiliki tumor ketika diperiksa dengan USG hampir tiga tahun lalu. Tetapi kemudian dokter curiga ketika mengetahui bahwa anak muda itu memiliki kebiasaan mengunyah rambut.

Setelah melalui pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyatakan ada gumpalan rambut di dalam perut Kumari. Karena tidak bisa terurai, rambut-rambut itu terkumpul di perut dan membentuk gumpalan.

Kondisi tersebut dikenal sebagai Rapunzel syndrome, sebuah kasus yang jarang terjadi di dunia. Orangtua gadis itu mengatakan putri mereka memiliki kebiasaan meletakkan rambutnya di mulutnya, yang kemungkinan besar dia telan selama bertahun-tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini