Heboh! Benda Asing Muncul di Langit Yogya, Ini Wujudnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANTUL – Warga Kabupaten Bantul dan Gunungkidul dikagetkan dengan penampakan benda asing yang terbang di angkasa, saat Hari Raya Idul Fitri, Minggu 24 Mei 2020.

Menurut penjelasan Kapentak Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Mayor Sus Ambar Rejiyanti, benda yang terbang di angkasa itu adalah balon udara. Ada beberapa balon udara yang jatuh di Kecamatan Saptosari dan Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

“Balon-balon tersebut berukuran cukup besar dengan diameter mencapai 5 meter,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin 25 Mei 2020.

Menurut Sus Ambar menyatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri asal balon tersebut diterbangkan.

Sementara, pihak AirNav cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera mengeluarkan notice to airmen (Notam). Isinya yakni soal kewaspadaan terhadap adanya balon udara.

“Kami sudah mengeluarkan notam. Isinya seluruh penerbangan agar berhati-hati dikarenakan adanya balon bebas yang artinya tidak ditambatkan,” kata GM AirNav cabang DIY Ratna Mustikaningsih.

Kata dia, sampai sejauh ini pihaknya juga belum mengetahui dari mana asal balon udara itu.

“Sejauh ini asal balon udara dari mana belum diketahui. Untuk penyelidikan kami serahkan ke aparat,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan kepada warga agar tidak menerbangkan balon udara secara sembarangan. Sebab, ada sanksi yang menanti pelaku yang menerbangkan balon liar.

“Untuk pelaku penerbang balon udara liar ada sanksi sesuai UU No 1/2009 tentang Penerbangan dan Permenhub 40/2018,” katanya.

Sebelumnya, kabar ini beredar luas lewat unggahan baik di status WA maupun Facebook. Salah satu balon yang terbuat dari plastik bening ini jatuh di wilayah Desa Ngloro Kecamatan Saptosari, tepatnya di lapangan desa.

“Waktu mendarat masih mirip seperti bola balon udara. Jatuh di lapangan,” kata Kepala Desa Ngloro, Heri Yulianto, Minggu.

Balon itu setelah diamankan warga dan petugas dari Kepolisian dan TNI, dimusnahkan oleh masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pidato Presiden Prabowo Bawa Arah Baru Ketahanan Energi ASEAN

Oleh: Satrya Dharma KusumaKonflik geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah telah menjadi alarm keras bagibanyak negara, termasuk kawasan Asia Tenggara. Ketidakstabilan global tidak lagihanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga mulai mengancam rantai pasokenergi dan pangan dunia. Dalam situasi itulah, Indonesia tampil mengambil peransentral di ASEAN melalui sikap dan gagasan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian KTT BIMP-EAGA dan KTT ASEAN di Cebu, Filipina.Pidato Presiden Prabowo memperlihatkan perubahan penting dalam orientasi diplomasiIndonesia. Ketahanan energi tidak lagi dipandang sebagai isu teknokratis jangkapanjang, melainkan persoalan strategis yang mendesak dan berkaitan langsungdengan stabilitas kawasan. Presiden menilai tekanan geopolitik global telahmenciptakan risiko nyata terhadap keamanan energi ASEAN sehingga kawasan tidakbisa lagi bergantung pada pola lama yang reaktif dan parsial.Dalam forum BIMP-EAGA, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN sebenarnyamemiliki modal besar untuk menjadi pusat energi bersih dunia. Kawasan Asia Tenggara memiliki sumber daya alam melimpah mulai dari tenaga air, energi surya, hingga energiangin yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Namun menurutnya, tantanganterbesar bukan terletak pada ketersediaan potensi, melainkan keberanian politiknegara-negara ASEAN untuk bergerak lebih cepat dan lebih terintegrasi.Pandangan tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia mulai memosisikan dirisebagai penggerak utama transisi energi kawasan. Indonesia tidak sekadarmengingatkan ancaman krisis energi akibat konflik global, tetapi juga menawarkan arahsolusi konkret melalui pembangunan energi terbarukan lintas negara.Presiden Prabowo bahkan menyoroti pentingnya percepatan proyek-proyek strategisregional seperti pengembangan tenaga air di Kalimantan, ekspansi energi surya, sertapemanfaatan energi angin di wilayah pesisir ASEAN. Di saat bersamaan, Indonesia memperlihatkan keseriusannya dengan mempercepat pembangunan pembangkittenaga surya berskala besar hingga mencapai target 100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini