Durhaka! Anak Tendang Kepala Ibunya, Sang Kakak Minta Bantuan Netizen

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Seorang pengguna Facebook bernama Novi Dwi Cahyanty mendadak viral. Lewat unggahannya, Novi meminta netizen untuk melaporkan adik laki-lakinya, Andri Prasetyo, yang bertindak kurang ajar kepada ibunya.

Dalam postingannya, Novi juga mengunggah sebuah video yang mempertontonkan ibunya dipukul Andri dengan menggunakan guling kecil. Bahkan ia juga tega menendang kepala sang ibu lantaran tak terima dinasehati.

Sebenarnya, Novi sempat ingin melaporkan aksi durhaka adiknya tersebut ke pihak berwajib. Namun ia lebih memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.

“Minta tolong yg bisa bantu ato laporkan ank ini tolong.. Saya sudah mencoba melaporkan ke polsek terdekat tp mlh disuruh lewat jalur kekeluargaan ato smpek ada hasil visum/otopsi (berarti secara ga lngsung nunggu smpek parah dulu dipukulnya baru bisa lapor/ditindak lnjuti) krna dia adeg kandung sendiri..,” tulis Novi dalam akun Facebook-nya.

View this post on Instagram

Astafirulloh ?

A post shared by NDOROBEII (@ndorobeii) on

“Tp apa tindakan ini harus saya diamkan sendiri.. Pdhl org tua saya yg jadi korban.. Ini ga sekali 2x tp tiap hari.. Dan ini posisi baru bisa saya ambil bukti.. Krna saya sendiri ada ank bayi jadi repot kalo mw ambil bukti.. Tolong yg bisa bantu.. Tolong bantu saya untuk melaporkan ank ini..,” tulis dia lagi.

Novi mengatakan, adiknya yang sudah berusia 21 tahun tersebut tak mau bekerja dan terus meminta uang kepada orang tuanya. Padahal orang tuanya sudah tidak bekerja lagi.

Kalau tidak dituruti, kata Novi, anak itu semakin mengamuk, suka banting barang, dan yang terakhir ini ini dilakukan ialah menendang orang tuanya.

Dari informasi yang beredar kejadian ini berlokasi di Jalan Kedondong Kidul, Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur.

Setelah postingan ini menjadi viral, polisi setempat langsung menindak Andri dan telah diselesaikan dengan membuat surat pernyataan serta wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.

“Trimakasih warga semua.. Lngsung ditindak lanjuti oleh Polsek Tegalsari dan sudah diberi efek jera,dan bikin surat pernyataan. Alhamdulillah sudah dibui. Dan bikin surat pernyataan dan wajib lapor Senin Kamis. . Karena si Ibu tetaplah ibu yg gak tega melihat anaknya dlm penjara lama”.. Katanya hukum Allah lah yg tetap berjalan. Posisi jg ibuk uda sakit. Kalo anaknya yg paling bontot dibiarkan lqma dibui jg takut makin parah itu penyakit ibuknya..,” kata Novi.

 

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini