Duh! Nomor HP Mbah Mijan Dicatut untuk Jual Diri, Diteror Ratusan Pesan WhatsApp

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Paranormal Mbah Mijan baru-baru ini diteror oleh banyak panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Rupanya nomor pribadinya disebar di media sosial Facebook.

Dilihat dari unggahan Mbah Mijan di Twitter, nomornya digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mempromosikan jasa esek-esek dengan melampirkan foto wanita cantik berhijab.

“Hari ini contact person Mbah diteror ratusan call, video call, dan chat dari nomor tak dikenal setelah salah satu akun facebook palsu menyebar nomor telephone Mbah,” ungkap Mbah Mijan di Twitter pada Senin 22 Juni 2020.

BACA JUGA: Mbah Mijan Terawang Buzzer yang Fitnah Bintang Emon, Bukan Dari Pemerintah

Paranormal yang kerap menerawang kehidupan artis dan bencana alam ini juga mengunggah video yang menunjukkan aplikasi WhatsApp-nya dipenuhi oleh pesan dan panggilan dari orang-orang tak dikenal.

“Apakah ada yang tau Guys, apakah benar ini orang atau system? Dia menyebarkan contact person Mbah mengatasnamakan wanita dan menjual dirinya. Salah satunya, menyebarkan nomor telephone ke group facebook esek-esek,” kata dia.

BACA JUGA: Mbah Mijan Pamer Tuyul di Twitter, Mukanya Bule Tapi Penyok?

Menurut Mbah Mijan, modusnya adalah nyebarin nomor telephone orang lain dengan kalimat dewasa. Bahkan, ia menilai ada korban lainnya.

“Nampaknya ini sindikat, sebab nomor telephone 085xx bukan contact person Mbah. Artinya, gak cuma meneror Mbah Mijan, tapi yang lain juga,” kata dia.

Kejadian yang menimpa Mbah Mijan tersebut pun menarik perhatian netizen untuk berkomentar.

“Yang nyebar nomer contack mu keterlaluan sich @mbah_mijan kalau tujuan nya yg aneh.. (ngeri nya orang tersebut sengaja begitu biar d kira kamu kayak yg mereka bayangkan),” kata @rrno**rbh3.

“Laporkan aja mbah biar kapok,” komentar @armando_**p.

“btw, yg nyebarin kok tau nomernya mbah ya??,” komentar @Ira**Mery.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

Oleh: Ethan Shabir Uttara *)Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengangkat isu ekonomi kembali hadir dalamruang publik Indonesia. Fenomena ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Sejak awalkemerdekaan hingga era demokrasi modern saat ini, mahasiswa selalu menjadi bagianpenting dalam proses kontrol sosial terhadap kebijakan negara. Kritik, protes, dan penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam sistem demokrasi.Namun demikian, dalam isu ekonomi, terdapat satu tantangan yang sering muncul: kecenderungan melihat persoalan dari satu sisi tanpa mempertimbangkan gambaran yang lebih utuh. Padahal ekonomi merupakan bidang yang kompleks, dipengaruhi oleh banyakvariabel domestik maupun global, sehingga membutuhkan pembacaan yang lebihkomprehensif daripada sekadar melihat gejala-gejala yang tampak di permukaan.Belakangan ini sejumlah aksi demonstrasi mengangkat berbagai isu mulai dari kemiskinan, korupsi, program bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas pemerintah. Aspirasitersebut tentu patut dihargai. Namun pertanyaan yang juga perlu diajukan adalah apakahnarasi yang berkembang telah mencerminkan keseluruhan realitas yang sedang berlangsung?Dalam sebuah diskusi publik yang membahas hubungan antara gerakan mahasiswa dan kebijakan negara, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengingatkan bahwa demonstrasi mahasiswa adalah bagian yang wajar dalam demokrasiIndonesia. Namun ia juga menekankan pentingnya melihat seluruh aspek secara objektif agar penilaian terhadap kondisi bangsa tidak hanya didasarkan pada satu sudut pandang. Pemerintah, menurutnya, tidak menolak kritik, melainkan berupaya menghadirkan gambaranyang lebih lengkap kepada masyarakat. Dalam konteks ekonomi, pendekatan semacam ini sangat relevan. Sebagai contoh, isukemiskinan sering menjadi bahan kritik. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga sedang menjalankan berbagai program yang secara langsung menyasar kelompok masyarakatrentan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak hanya bertujuanmeningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem ekonomibaru di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok pangan, dan pelaku usahakecil di daerah. Demikian pula dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin. Program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan instrumenpaling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui anggaran KIP Kuliah yang menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Tentu tidak ada kebijakan yang sempurna. Namun yang perlu dicermati adalah apakahpemerintah menunjukkan kemauan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Dalam kasusMBG misalnya, pemerintah melakukan moratorium penambahan dapur baru untuk fokuspada peningkatan kualitas pelaksanaan program dan efisiensi anggaran....
- Advertisement -

Baca berita yang ini