UAS: Semua Ibadah Ada Alternatifnya, Termasuk Shalat Idul Fitri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah saat ini mengintruksikan agar ritual Idul Fitri yang biasa dilakukan tahun ini ditiadakan terlebih dahulu, mengingat masa pandemi virus corona. Namun, apakah menurut ajaran Islam itu diperbolehkan.

Ustadz Abdul Somad (UAS) menjawab semua yang menjadi dilematis masyarakat saat ini. Menurutnya, semua ibadah ada alternatifnya termasuk salat idul fitri yang biasa dilakukan bersama-sama.

Ia mengatakan, niatnya adalah menyelamatkan masyarakat dari wabah Covid-19. Dirinya mencontohkan mandi dan wudhu alternatifnya tayamum, sedangkan ibadah puasa alternatifnya bayar fidyah atau qadha. “Ini semua menunjukkan kelapangan ajaran Islam,” kata Ustadz Somad, Selasa 19 Mei 2020.

Ia menyampaikan, beberapa ritual terkait Idul Fitri bisa terwakili oleh alternatif-alternatif tersebut. Misalnya bayar zakat fitrah bisa diwakilkan atau transfer. Takbir keliling bisa dilakukan masing-masing orang di rumah karena substansinya mengagungkan Allah SWT.

Ia menjelaskan, sholat Idul Fitri juga bisa dilakukan sendiri di rumah atau dilaksanakan berjamaah di rumah jika ada empat orang lebih.

“Silaturahim bisa diwakili dengan alat telekomunikasi, sedangkan akad nikah saja bisa dengan alat komunikasi terlepas dari ikhtilafnya,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini