Tetap Sehat, Begini Tips Konsumsi Sajian Lebaran Biar Gak Kolesterol

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bulan Ramadan sebentar lagi berakhir. Umat Muslim di seluruh dunia segera menyambut hari kemanangan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Jelang lebaran, masyarakat Muslim sibuk menyiapkan berbagai hal, mulai dari baju baru, dekorasi rumah hingga sajian lebaran.

Tak hanya kue kering, lebaran juga identik dengan makanan berbau santan yang khas. Oper, rendang, dan sebagainya siap tersaji di meja makanmu.

Meski meriah dan nikmat, kamu perlu perhatikan porsinya ya. Sebab, jika makanan lebaran dikonsumsi berlebihan, masalah kesehatan bisa saja mengancam dirimu, salah satunya kolesterol.

Nah, biar lebaran ini tetap sehat, yuk simak cara bijak mengonsumsi sajian Idul Fitri biar gak kolesterol!

1. Tidak Makan Bersamaan

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mencegah kolesterol di hari lebaran ialah tidak mengonsumsi beragam jenis makanan di waktu yang bersamaan. Misalnya, hari ini usahakan kamu hanya memakan opor.

Kemudian di hari kedua, kamu boleh menyicipi rendang dan begitu seterusnya. Dilansir Hello Sehat, jenis makanan tersebut mengandung lemak yang bisa menaikkan kadar kolesterol. Untuk itu, kamu perlu bijak memilih satu jenis makanan di hari pertama lebaran ya!

2. Makan dengan Porsi Kecil

Selain membatasi jenis makanan yang dikonsumsi di hari raya, mengurangi porsinya juga sangat mempengaruhi kadar lemak dan kalori yang masuk ke tubuh, lho! Jika ingin kolesterol tetap terjadi saat lebaran, usahakan untuk makan dengan porsi yang kecil.

Makan di piring kecil dengan porsi yang lebih sedikit juga bisa mencegah kolesterol Anda naik. Aturan makan saat Lebaran ini bisa dilakukan untuk mencegah kekenyangan karena makanan menumpuk berlebihan di satu piring besar.

3. Bakar dengan Olahraga

Siapa bilang lebaran kamu tak bisa olahraga? Justru, melakukan olahraga di tengah libur lebaran sangat dianjurkan untuk membantu membakar lemak.

Bayangkan, ada banyak kalori dan lemak yang kamu konsumsi saat hari raya. Mulai dari makanan bersantan hingga sajian kue kering. Maka, berolahraga sembari menghabiskan libur lebaran adalah solusi yang tepat!

4. Konsumsi Suplemen

Satu lagi yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kolesterol di hari raya ialah mengonsumsi suplemen. Jika dipelrukan, langkah ini bisa kamu lakukan untuk menurunkan kadar lemak darah pada tubuh.

Jangan lupa untuk selalu minum air putih dan hindari air dingin usai makan. Air putih yang hangat bisa membantu tubuh melarutkan lemak dari makanan yang kamu konsumsi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini