Susu Tinggi Protein, Solusi Tepat untuk Pengidap Kanker yang Berpuasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa bilang pengidap kanker tidak boleh menjalani ibadah puasa? Menjalani ibadah puasa, justru dapat mengurangi peradangan atau inflamasi yang ditimbulkan oleh sel kanker.

Dokter ahli gizi, Marya W. haryono mengungkapkan bahwa pengidap kanker yang menjalani ibadah puasa Ramadan dapat menjadikan susu tinggi protein sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

“Susu tinggi protein itu kan baik. Di masa puasa tentu waktu makan pun sedikit tapi kita tetap harus menjaga nutrisi kan. Nah susu tinggi protein ini bisa digunakan untuk pelengkap menu berpuasa. Tetapi ingat, dosisnya harus pas, mau disajikannya diseduh atau pakai shaker itu balik ke selera masing-masing,” kata Dr. Marya.

Ia menambahkan bahwa susu tinggi protein bukanlah satu-satunya asupan nutrisi yang dibutuhkan pengidap kanker saat menjalani ibadah puasa. Perlu diimbangi dengan makanan bergizi dan minum air putih yang cukup.

Marya menambahkan, para pasien kanker harus memastikan nutrisi yang diterima seimbang, baik berbuka maupun saat santap sahur. Sehingga kinerja tubuh tetap stabil dan beraktivitas seperti biasa, meski tengah berpuasa.

“Jadi, jangan dikurangi makanan, tetapi tetap dijaga nutrisinya 50:50 pada saat sahur dan juga berbuka,” tuntasnya, melansir Antara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini