Segudang Manfaat Kurma Ajwa, Ternyata Bisa Mencegah Penyakit Kanker!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Buah kurma memang terkenal dengan buah dengan seribu manfaat. Banyaknya kandungan nutrisi penting di dalam buah kurma membuat buat itu baik untuk kesehatan tubuh danjuga dapat mencegah dari berbagai penyakit.

Salah satu kurma yang terkenal adalah kurma ajwa. Kurma ajwa biasa juga disebut dengan kurma nabi. Hal ini karena kurma ajwa pertama kali ditanam oleh Nabi Muhammad SAW di sebelah Masjid Quba di Madinah.

Nabi Muhammad SAW menyarankan umatnya untuk mengonsumsi kurma. Ia menganjurkan umatnya untuk mengonsumsi kurma untuk berbuka puasa.

Warna kurma ajwa lebih gelap dan pekat daripada kurma lainnya, yang biasanya berwarna cokelat. Bila dibandingkan dengan kurma lainnya, ukuran kurma ajwa lebih kecil. Meskipun kecil, khasiat kurma ajwa tidak main-main. Dikutip dari SehatQ, kurma ajwa dianggap sebagai salah satu yang memiliki paling banyak mineral.

Lantas, apa saja manfaat kurma ajwa untuk kesehatan?

  1. Baik untuk kesehatan organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan hati

Mengonsumsi kurma ajwa dengan teratur dapat menghentikan penyempitan pembuluh darah serta memperkuat dan meningkatkan fungsi jantung. Kandungan magnesium yang ada di dalam kurma ajwa membantu menjaga ritme jantung.

Mengonsumsi kurma ajwa dengan rutin juga baik untuk kesehatan ginjal. Kandungan dalam kurma ajwa dapat mengatur tekanan darah dan membantu ginjal berfungsi dengan baik.

Selain sehat untuk jantung dan ginjal. Konsumsi rutin kurma ajwa juga baik untuk menyehatkan organ hati. Kandungan buah ini bisa melindungi hati dari toksik dan kerusakan.

  1. Meningkatkan imun

Kurma ajwa juga berfungsi sebagai antioksidan. Jika kamu mengonsumsi kurma ajwa secara rutin dengan jumlah yang pas, maka hal itu dapat memperbaiki fungsi sistem kekebalan tubuh sekaligus menangkal berbagai infeksi. Nabi Muhammad SAW sendiri menyarankan untuk mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil.

  1. Aman untuk gula darah

Kurma ajwa mengandunggula alami seperti glukosa, fruktosa dan sukrosa yang dapat meningkatkan energi. Buah ini juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehinggs tidak mengakibatkan peningkatan gula darah.

  1. Mencegah berbagai penyakit

Mengonsumsi kurma ajwa dapat mencegah tubuh dari beberapa penyakit seperti aterosklerosis, kanker, serta anemia. Aterosklerosis adalah penyakit yang terjadi akibat penumpukan lemak, kolesterol, di dinding arteri yang menyebabkan terhalangnya aliran darah.

Jika pecah maka akan menyebabkan oklusi akut arteri. Ateroklerosis merupakan faktor penyakit jantun dan stroke. Dengan konsumsi rutin ajwa, dapat membantu mencegah penyakit tersebut

Khasiat kurma ajwa juga dapat mencegah penyakit kanker. Kandungan selenium dan beberapa nutrisi lain di dalam kurma ajwa dapat mencegah tumbuhnya kanker.

Selain itu, ajwa juga dapat mencegah anemia. Hal ini karena kurma ajwa kaya akan zat besi. Kurma ajwa cocok untuk dijadikan pengobatan alternatif anemia untuk menambah produksi sel darah merah dalam tubuh.

Selain manfaat di atas, kurma ajwa juga baik untuk kesehatan tulang, gigi dan mata. Mengonsumsi kurma ajwa baik untuk tubuh dan dapat membantu proses pencernaan. Nah, itu dia segudang manfaat mengonsumsi kurma ajwa yang kaya akan khasiat untuk tubuh.

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Komitmen Melindungi Pekerja Diperkuat melalui Koordinasi Cegah PHK

Oleh: Naufal Ramadhana )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi pekerja Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang berkembangdinamis. Berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk menjaga stabilitasketenagakerjaan sekaligus memastikan dunia usaha tetap mampubertahan menghadapi tekanan eksternal. Upaya tersebut menjadi bagianpenting dari strategi nasional dalam menjaga keseimbangan antarakeberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja.Perkembangan geopolitik internasional, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah, telah memberikan dampak terhadap perekonomian global. Kondisi tersebut turut memengaruhi berbagai sektor usaha di banyaknegara, termasuk Indonesia. Menyadari potensi risiko yang dapat munculterhadap pasar tenaga kerja, pemerintah memilih mengambil langkahpencegahan sejak dini melalui koordinasi lintas kementerian dan penguatan berbagai program ketenagakerjaan.Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pemerintah terusbekerja secara terpadu untuk memantau perkembangan ekonomi dan sektor industri guna mencegah terjadinya gelombang pemutusanhubungan kerja. Menurutnya, koordinasi yang intensif antarinstansimenjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang munculsehingga solusi dapat segera dihadirkan ketika sektor usaha menghadapikendala.Langkah tersebut mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidakhanya berfokus pada penanganan setelah masalah terjadi, tetapi juga mengedepankan upaya mitigasi agar risiko PHK dapat ditekan sejak awal. Pendekatan preventif ini menjadi penting karena stabilitasketenagakerjaan memiliki keterkaitan erat dengan daya tahan ekonominasional dan kesejahteraan masyarakat.Komitmen perlindungan pekerja juga diperkuat melalui optimalisasiProgram Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini dirancangsebagai instrumen perlindungan sosial yang memberikan dukungan bagipekerja yang mengalami PHK agar tetap memiliki penghasilan sementarasembari mempersiapkan diri memasuki dunia kerja kembali.Yassierli menjelaskan bahwa negara harus tetap hadir ketika pekerjamenghadapi masa sulit akibat kehilangan pekerjaan. Karena itu, perlindungan tidak berhenti ketika hubungan kerja berakhir, melainkandilanjutkan melalui berbagai bentuk dukungan yang membantu pekerjamemperoleh kesempatan kerja baru.Dalam pelaksanaannya, Program JKP memberikan manfaat berupabantuan uang tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhandasar selama masa transisi. Namun pemerintah tidak memandangbantuan finansial sebagai satu-satunya solusi. Fokus utama kebijakan iniadalah memastikan pekerja tetap memiliki kesempatan meningkatkankualitas diri agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah.Menurut Yassierli, pekerja Indonesia perlu dibekali kompetensi yang relevan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi industri yang berlangsung semakin cepat. Karena itu, perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan peningkatanketerampilan sehingga pekerja tidak hanya terlindungi, tetapi juga semakin kompetitif.Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ketenagakerjaanpemerintah saat ini bergerak menuju sistem perlindungan yang lebihkomprehensif. Pekerja yang terdampak PHK tidak hanya memperolehbantuan sementara, tetapi juga mendapatkan peluang untukmeningkatkan kemampuan yang dapat memperbesar kesempatanmemperoleh pekerjaan baru.Penguatan perlindungan pekerja juga mendapat perhatian dari SekretarisJenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi. Ia menjelaskanbahwa pemerintah terus memperluas cakupan perlindunganketenagakerjaan agar mampu menjangkau berbagai kelompok pekerja, baik di sektor formal, informal, maupun ekonomi digital yang terusberkembang.Cris juga menilai bahwa penguatan manfaat Program JKP perlu didukungoleh akses informasi pasar kerja dan pelatihan yang memadai. Langkah tersebut penting karena tantangan ketenagakerjaan modern tidak hanyaberkaitan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia, tetapi juga kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah terus memperkuat berbagaiprogram peningkatan kualitas sumber daya manusia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini