Keren! Ini Penampakan 4 Masjid Mirip Ka’bah di Nusantara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ternyata Ka’bah tak melulu sebagai kiblat salat. Di Indonesia, justru menjadi inspirasi beberapa bangunan masjid di Indonesia. Gak percaya, nih penampakannya!

1. Masjid Al Ihsan Bandung
Masjid ini tampak biasa saja dari luar namun di dalamnya terdapat replika pintu Ka’bah. Masjid Al Ihsan juga dilengkapi dengan pintu Ka’bah, talang emas, dan beberapa aksesoris lainnya.

Masjid ini cukup luas dan bersih. Dibangun tiga tingkat yang masing-masing dipergunakan untuk madrasah dan keperluan administrasi mesjid. Ruangan mesjid juga sering digunakan oleh ibu-ibu pengajian di hari hari tertentu.

2. Masjid Al Fatih Al Anshar Makassar

Masjid ini terletak di Jalan Paccinang, Makassar. Bangunan ini berbentuk kotak menyerupai bangunan Ka’bah di Masjidil Haram.

Di sudut bangunan lainnya juga terdapat bangunan menyerupai Hajar Aswad yang biasa dicium umat Islam saat melaksanakan ibadah haji atau ibadah umrah.

Bangunan masjid ini juga secara filosofis memiliki beberapa makna seperti tinggi bangunan 12 meter yang diartikan 6 Rukun Iman, 5 Rukun Islam dan 1 berarti Allah Yang Maha Esa. Lebar bangunan 7 meter bermakna 7 langit. Panjang masjid 17 meter dimaknai 17 rakaat dari total jumlah rakaat salat 5 waktu.

Jumlah pintunya sebanyak 5, masing-masing menyimbolkan jumlah rakaat salat, tiga pintu dengan empat daun pintu yang sama menyimbolkan jumlah salat Dzuhur, Ashar dan Isya. Satu pintu memiliki 3 daun pintu sama dengan jumlah salat Magrib dan satu pintu memiliki 2 daun pintu sama dengan jumlah salat Subuh.

3. Masjid At Thoyyibah Subang

Sisi lain masjid ini berdiri replika makam Nabi Ibrahim dan pohon palem yang ditanam rapi menambah aroma padang pasir di kawasan perbukitan ini.

Masjid ini berdiri di atas tanah desa. Bangunan di atasnya wakaf dari berbagai pihak. Sejauh ini baru Ka’bah, Maqam Ibrahim dan bukit Safa-Marwah yang berhasil dibuatkan miniatur atau replikanya.

4. Masjid Al-Majid di Baleendah

Masjid itu dinamai Masjid Al-Majid yang dibangun di tengah pemukiman padat penduduk di Kampung Kawung Sari, Kelurahan Warga Mekar, Kecamatan Baleendah.

Jika dilihat bentuk dan detail ornamen masjid itu mirip sekali dengan Kabah yang ada di Makkah, Arab Saudi. Ornamen yang menyerupai kabah di antaranya Hajar Aswad, Rukun Yamani, Talang Emas dan pintu tiruan Ka’bah.

Masjid itu dibangun di tanah wakaf pada 2018 lalu. Alasan dibangun menyerupai Ka’bah karena keterbatasan lahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini