Ini Dia 5 Tips Atur Waktu Sahur Biar Tak Terburu-buru

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagian orang ada yang merasa bangun pagi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tak sedikit di antaranya pasti mengalami telat bangun alias kesiangan saat bangun pagi, terutama pada waktu sahur.

Akibatnya, makan jadi terburu-buru dan tidak bersemangat untuk menjalankan aktivitas. Hal tersebut juga tidak baik lho untuk kesehatan tubuh kita.

Nah, berikut lima tips atur waktu sahur yang pas biar makannya jadi tidak terburu-buru. Simak ulasannya di bawah ini!

Olahraga

Berolahraga merupakan salah satu cara yang bagus untuk merelaksasikan otot-otot tubuh. Sebab olahraga juga bisa membantu tidur lebih nyenyak dan bangun lebih awal.

Makan secukupnya saat buka puasa

Makan berlebihan saat berbuka puasa bisa buat susah bangun dari tidur. Karena konsumsi makanan berlebih bisa membuat tubuh kesulitan mencerna sehingga buat kalian mudah mengantuk.

Hindari minum kafein

Minum segelas teh dan kopi di malam hari selama Ramadan bisa buat kalian jadi susah untuk bangun dari tidur. Jadi sebisa mungkin hindari dulu minum minuman yang mengandung kafein selama berpuasa.

Tidur lebih awal

Tidur lebih awal itu sangat penting agar bisa bangun sahur tepat waktu. Disarankan untuk tidur mulai dari pukul 10 atau 11 malam dan bangun pukul 4 dini hari.

Pakai alarm

Biasanya orang-orang bisa mudah bangun karena bantuan alarm. Jadi jangan lupa untuk menyalakan alarm dan letakkan jauh dari tempat tidur supaya tidak mudah untuk mematikannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini