Dear Cewek-cewek, Ini yang Membuatmu Dapat Pahala Meski Sedang Tak Puasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berpuasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan umat Muslim selama bulan Ramadan. Namun, sebagai kaum hawa, terkadang kita tak bisa full menjalankan ibadah puasa selama satu bulan lantaran adanya halangan seperti haid.

Kalau sudah begini, tentu kamu harus membatalkan puasa tersebut. Tentu banyak wanita yang merasa sedih lantaran tak bisa mendapatkan pahala puasa saat sedang halangan.

Jangan risau! Meski sedang tak berpuasa, kamu tetap bisa mendapatkan pahala kok. Biar pahalamu tetap berlipat di bulan Ramadan ini, yuk lakukan hal berikut!

1. Menyiapkan Makan Orang Puasa

Hal pertama yang bisa menambah pahala ialah menyiapkan makan orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:

”Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.

2. Beramal

Di bulan Ramadan, beramal menjadi hal yang bisa mendatangkan banyak pahala. Allah SWT mencintai orang-orang yang beramal dan suka membantu saudaranya.

Maka, jangan khawatir jika kamu sedang halangan berpuasa. Kamu tetap bisa mendapat pahala dengan beramal di bulan suci.

3. Berdzikir

Satu lagi yang bisa kamu lakukan di bulan Ramadan ialah berzikir. Meski sedang haid, berdzikir tetap diperbolehkan.

Selalu tanamkan hati untuk menyebut nama Allah. Selain menenangkan, berdzikir juga mendatangkan pahala di bulan Ramadan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini