Berat Badan Belum Tentu Turun Saat Puasa, Ini Alasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berat badan tidak dapat dipastikan bisa turun ketika menjalani puasa. Menurut ahli diet dan ahli gizi, Nazima Qureshi, menegaskan bahwa puasa tidak serta merta menurunkan berat badan.

Pihaknya justru menemukan banyak klien dari kalangan Muslim yang berat badannya naik di akhir Ramadan atau saat Idul Fitri. Ternyata, ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu. Pertama, salah satu alasan terbesar kenaikan berat badan di bulan Ramadan karena sering mengonsumsi makanan semacam gorengan yang kaya akan karbohidrat.

Kalori yang terkandung dalam gorengan sulit dihitung. Mengingat, hal tersebut tergantung dari seberapa lama menggorengnya di dalam minyak.

“Gorengan menyerap jumlah minyak itu, jadi sulit untuk benar-benar mengetahui jumlah kalori pastinya,” kata Qureshi.

Ia menilai bahwa gorengan merupakan makanan yang bisa dimakan secara cepat, yaitu bisa dua hingga tiga buah dalam sekali makan.

“Dan sekarang pikirkan untuk melakukan itu selama 30 hari berturut-turut. Jika Anda makan dari tiga hingga empat gorengan setiap hari, Anda dengan mudah makan lebih dari 100 gorengan dalam sebulan,” kata Qureshi.

Kedua, yaitu faktor minuman manis. Qureshi menegaskan bahwa minuman manis seperti jus buah atau soda bisa berperan menambah berat badan.

“Seringkali orang beralih ke minuman manis (untuk tetap terhidrasi) daripada air,” kata Qureshi.

Qureshi memperkirakan bahwa satu gelas minuman manis rata-rata bisa mengandung empat hingga 7 sendok the gula.

Ketiga, menurut Gulf News, ahli Gizi Klinis di myPediaclinic, DHCC Yasmine Haddad mengemukakan bahwa kurang tidur ternyata meningkatkan nafsu makan. Maka penting untuk menyediakan waktu untuk tidur siang selama Ramadan.

Keempat, Ahli gizi di The Chiron Clinic, Farah Hillou, makan dengan jam yang tidak konsisten dari berbuka puasa hingga sahur bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Makan berlebihan dan terus menerus saat berbuka puasa juga bisa menyebabkan berat badan meningkat.

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini