Yuk Dicek! Bank BUMN Ini Lagi Cari Kandidat Usia Maksimal 27 Tahun

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar gembira bagi anda yang berusia maksimal 27 tahun dan tertarik berkarier di salah satu bank BUMN.

Kali ini PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali membuka lowongan kerja terbaru lho. Pendaftarannya lowongannya dibuka hingga 21 Oktober 2019. Yuk silahkan dicek cek satu per satu.

Mengutip laman rekrutmen BTN, berikut deskripsi pekerjaan, wilayah rekrutmen, kualifikasi bagi para pelamar, dan tata cara pendaftaran lowongan kerja tersebut:

1. General Banking Staff (GBS)

Nah, General Banking Staff (GBS) merupakan posisi rekrutmen pada level staff yang akan ditempatkan pada beberapa bidang kerja yang mendukung penuh berjalannya proses bisnis perusahaan. Dibekali dengan pendidikan dan pelatihan yang terkonsentrasi pada bidang pendanaan dan perkreditan.

Loker ini ditujukan bagi Local Talent Papua – PPB BUMN, dengan wilayah Rekrutmen Jayapura.

Kualifikasinya antara lain, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI); jenis kelamin Laki-laki dan perempuan; Belum menikah dan bersedia menjalani ikatan tidak menikah selama 2 tahun; Usia maksimal 24 tahun (belum berulang tahun ke-25 pada tahun rekrutmen berjalan); Pendidikan minimal S1 Indeks Prestasi Kumulatif minimal 2,75 skala 4,00; Tinggi badan minimal 160 cm laki-laki dan 155 cm perempuan; Berat badan proporsional dan berpenampilan menarik; Bersedia menjalani ikatan dinas selama 3 tahun; Tidak memiliki hubungan keluarga dengan pegawai BTN (ayah / ibu / anak / adik / kakak).

Jika Anda tertarik dan memenuhi persyaratan perusahaan, silakan segera melakukan pendaftaran secara online di sini.

2. Officer Development Program (ODP) – Our Future Leaders

Untuk loker ini tersedia untuk wilayah Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung dan Jakarta.

Deskripsi Pekerjaan:
Officer Development Program merupakan posisi rekrutmen pada level officer melalui program pengembangan pemimpin masa depan Bank BTN dan sekaligus mendidik calon pegawai menjadi bankir profesional dimana para calon pegawai dibekali dengan pendidikan dan pelatihan di kedua sisi baik hard competencies dan soft competencies diberbagai bidang baik bidang pendanaan maupun bidang perkreditan.

Kualifikasinya sebagai berikut, adalah WNI; Laki-laki dan perempuan; Belum menikah dan bersedia menjalani ikatan tidak menikah selama 1 tahun; Usia maksimal 26 tahun (belum berulang tahun ke-27 di tahun rekrutmen berjalan); Pendidikan minimal S1 dari PTN/PTS terkemuka dan memiliki reputasi baik Indeks Prestasi Kumulatif IPK minimal 3,00 skala 4,00; Diutamakan dari Jurusan Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Studi Pembangunan Hukum Perdata dan Pidana, lmu Komputer, Komunikasi, Teknik Informatika, Teknik Sipil Arsitektur, Elektro, Psikologi, serta Statistika; Tinggi badan minimal 160 cm laki-laki dan 155 cm perempuan; Berat badan proporsional dan berpenampilan menarik; Bersedia menjalani ikatan dinas selama 5 tahun; Tidak memiliki hubungan keluarga dengan pegawai BTN (ayah / ibu / anak / adik / kakak).

Jika Anda tertarik dan memenuhi persyaratan perusahaan, silakan segera melakukan pendaftaran secara online di sini.

Dan ingat, yang pertama, BTN tidak pernah memungut biaya apapun dalam seluruh tahapan seleksi. Kedua, BTN tidak pernah bekerja sama dengan tour & travel manapun dalam seluruh proses rekrutmen.

Ketiga, Pengumuman resmi hanya melalui e-mail corporate dengan domain @btn.co.id dan sms blast corporate BTN. Keempat, Apabila ada hal-hal yang ingin disampaikan atau dikonfirmasi lebih lanjut, dapat menghubungi (021) 633 6789 – ext. 8903/8917/8919.

Silahkan dicoba, siapa tahu berhasil!

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini