Yeay! Lays, Cheetos, dan Doritos Balik Lagi ke Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Makanan ringan seperti lays, doritos, dan cheetos sempat berhenti produksi di Indonesia. Kini ketiga makanan ringan tersebut telah mengumumkan akan kembali hadir di Indonesia.

Pengumuman tersebut dirilis melalui Instagram resmi mereka secara serentak pada 18 Desember 2021.

“Waw, makasih buat kamu yang udah kangen sama Doritos. Kita tau kalau momen bareng kalian itu gak akan terganti. Makannya, kita selalu mau menemani momen fun kalian di masa depan. Jangan lupa buat tetep di account kita, siapa tau kita bisa ngasih kejutan lagi,” tulis Doritos pada caption postingannya.

Gak cuma Doritos aja lho, Lays dan Cheetos juga mengumumkan dengan caption yang serupa melalui akun Instagram resmi mereka.

Sebelumnya, Lays, Cheetos, dan Doritos sempat menghilang dari pasaran Indonesia pada 1 September 2021. Penyebabnya karena saham perusahaan yang memproduksi tiga jenis cemilan ini sudah berada di genggaman PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

ICBP diketahui mengakuisisi saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang awalnya dimiliki Fritolay Netherland Holding BV afiliasi dari PepsiCo Inc pada 17 Februari 2021 lalu.

Sementara itu, nilai transaksi dari aksi beli saham tersebut mencapai Rp 494 miliar atau sebanyak 49 persen dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Kini, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99 persen dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini