Wow, Jakarta Tetap Juara Penyumbang Covid19 di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jakarta semakin tidak tergoyahkan sebagai penyumbang kasus Covid19 terbanyak di Indonesia hingga Jumat 11 Desember 2020 ini dengan jumlah pertambahan kasus baru sebanyak 1.232 orang. Maka jumlah pasien Covid19 yang tercatat hingga Jumat ini menjadi 150.250 orang.

Jumlah itu sama dengan 25 persen dari kasus positif Covid19 di Indonesia yang pada Jumat ini tercatat 605.243 kasus.

Menurut, laman corona.jakarta.go.id, angka pertambahan itu merupakan hasil pemeriksaan usap (tes swab PCR) Kamis 10 Desember 2020.

Saat itu, menghasilkan 14.843 spesimen yang dites dengan hasil 1.232 positif dan 10.663 negatif.

Penambahan kasus positif harian sebanyak 1.232 kasus ini, lebih tinggi dibanding penambahan Kamis (10/12) sebanyak 1.180 kasus, Selasa (8/12) 1.174 kasus dan Jumat (4/11) 1.032 kasus.

Namun penambahan itu lebih kecil jika dibandingkan penambahan Rabu (9/12) 1.237 kasus, Senin (7/12) 1.466 kasus, Minggu (6/12) 1.331 kasus, Sabtu (5/12) 1.360 kasus, termasuk i Sabtu (12/9) 1.140 kasus dan Sabtu (21/11) 1.579 kasus yang merupakan rekor penambahan tertinggi selama pandemi.

Sementara, pertambahan pasien sembuh dari Covid19 di Jakarta, Jumat sebanyak 1.179 orang sehingga totalnya menjadi 135.545 orang atau sekitar 90,2 persen dari jumlah kasus positif sebanyak 150.250 kasus.

Dari jumlah tes di atas, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau “positivity rate” Covid19 selama sepekan terakhir di Jakarta di angka 9,2 persen.

Angka itu sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan. Angka idealnya tidak lebih dari lima persen jika ingin dinyatakan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Maret 2020 sebesar 8,3 persen.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini