Waspada Mutasi Virus SARS-Cov-2 Sanggup Turunkan Netralisasi Antibodi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mutasi Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid19 merupakan upaya mikroorganisma itu berevolusi dalam satu tahun terakhir ini. Hal yang harus menjadi perhatian kita semua berdasarkan hasil penelitian mutasi yang dibernama E484K itu menurunkan kemampuan netralisasi antibodi terhadap Virus SARS-CoV-2.

Pesan pakar biologi molekuler, Riza Putranto PhD yang diterima Mata Indonesia News, Selasa 29 Maret 2021 mengingatkan kita semua agar waspada terhadap mutasi tersebut karena berpotensi mengganggu program vaksinasi.

“Mutasi ini penting dan menjadi perhatian karena beberapa hasil penelitian menunjukkan potensi mutasi E484K menurunkan kemampuan netralisasi antibodi terhadap virus SARS-CoV-2,” ujar Riza.

Cara paling ampuh mencegah penularan Virus SARS-CoV-2 semakin meluas adalah masyarakat harus semakin meningkatkan disiplin menegakkan protokol kesehatan.

Protokol itu adalah 5 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, menyuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi keluar rumah.

Sedangkan pemerintah terutama otoritas kesehatan serius menegakkan rangkaian tes-lacak-isolasi/mengobati.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini