Waspada Flu Singapura! Orang Tua Wajib Tau Gejalanya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Baru-baru ini di Singapura sedang mewabah penyakit tangan, kaki dan mulut (HMFD – Hand, Mouth, Foot Disease), lebih dikenal dengan Flu Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura bahkan merilis daftar pusat penitipan anak dan menemukan lebih dari sepuluh kasus HMFD.

Merebaknya kasus seperti itu membuat para orang tua khawatir. Mereka berupaya mencegah anak-anak mereka tidak terjangkit penyakit menular itu.

Terutama pada anak kecil atau bayi yang sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna. Maka orang tua harus terus waspada.

Sebab virus Flu Singapura ini tetap bisa berpindah ke anak yang rajin menggunakan disinfektan dan menyucuci tangan.

Kondisi itu sangat mudah terjadi di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan tempat bermain umum.

Maka kenalilah tanda dan gejala Flu Singapura seperti:

  • Demam.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri atau tidak enak badan.

Itu baru tanda-tanda awal, karena puncak serangan virus flu tersebut diikuti dengan gejala lanjutan seperti;

  • Bintik merah yang terasa menyakitkan di area mulut, leher, dan lidah.
  • Ruam atau bintil seperti melepuh yang muncul di tangan, telapak kaki, atau bokong.
  • Muntah-muntah dan diare.
Sumber: Theasianparent

Akan tetapi, gejala-gejala tersebut tidak sama pada setiap anak. Beberapa anak ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Jadi bila anak-anak mengalami salah satu gejala tersebut, segera lah pergi ke dokter untuk memastikan apakah benar terkena HFMD.

Saat muncul gejala tersebut jangan biarkan anak pergi ke tempat umum seperti sekolah, taman bermain, supermarket, serta pusat perbelanjaan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini