Warga dan Pemerintah Indonesia Jangan Terpancing Kepentingan yang Manfaatkan Pandemi Covid

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Warga Indonesia, terutama pemerintah diminta tidak terpancing dengan banyaknya kepentingan yang ingin memanfaatkan Pandemi Covid19. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengingatkan kita harus fokus pada satu masalah yaitu penanganan Covid.

“Itu saja dulu. Jangan terpancing dan jangan biarkan isu pandemi jadi teater bagi yang berkepentingan atau yang ingin bikin ricuh. Publik sudah lelah dengan drama-drama. Abaikan hal-hal yang tak berguna,” ujar lelaki yang sering dipanggil Profesor Beri, Senin 12 Juli 2021.

Ahli onkologi itu juga mengharapkan pemerintah tidak ragu menutup sementara penerbangan dari luar negeri.

Alasannya, beberapa negara sekarang sudah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan dari Indonesia.

Hal tersebut menunjukkan konsekuensi sangat serius untuk Indonesia, maka sebelum terlambat kita juga harus melarang masuknya orang dari luar negeri.

Dengan fokus terhadap penanganan Covid19, maka Profesor Beri yakin pandemi segera berlalu dan ekonomi bergerak lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini