Warga Bantaran Sungai di 28 Daerah DKI Diminta Waspadai Banjir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ketinggian air di Pos Pantau Depok mencapai 230 cm. BPBD DKI mengimbau warga DKI Jakarta yang tinggal di bantaran sungai waspada terhadap banjir.

BPBD DKI menyebut ketinggian 230 cm pada pukul 19.00 WIB. Padahal, satu jam sebelumnya, yakni pukul 18.00 WIB hanya setinggi 135 cm.

“Kami BPBD DKI Jakarta menginformasikan kepada seluruh warga DKI Jakarta bahwa pada pukul 19.00 WIB ketinggian pos pantau Depok 240 cm dalam status siaga tiga, diimbau bagi warga yang berada di bantaran sungai agar berhati-hati dan waspada bahaya banjir,” ujar BPBD DKI Jakarta dalam akun Twitter resminya, Selasa 11 Oktober 2022.

BPBD DKI juga meminta waspada untuk lintasan Sungai Ciliwung dalam enam jam ke depan air akan sampai di 28 titik di DKI Jakarta.

Yakni Balekambang, Bali Mester, Baru, Bidara Cina, Bukit Duri, Cawang, Cikoko, Cililitan, Duren Tiga, Gedong, Jagakarsa, Jati Padang, Kalibata, Kalisari, Kampung Melayu, Kampung Tengah, Kebagusan, Kebon Baru, Kebon Manggis, Lenteng Agung, Manggarai, Pal Meriem, Pancoran, Pejaten Timur, Pangadegan, Rawajati, Srengseng Sawah, dan Tanjung Barat.

BPBD DKI Jakarta menyebut informasi ini sudah disampaikan melalui media sosial, disebarkan lewat disaster early warning sistem (dews), dan pemberitahuan kepada camat dan lurah.

“Dalam keadaan darurat, hubungi call center Jakarta Siaga 112,” demikian dikutip dari Twitter BPBD DKI Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini