Wapres: Etisnya yang Kalah Hubungi yang Menang

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Joko Widodo (Jokowi) akhirnya keluar sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengimbau capres Prabowo Subianto mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut. Dirinya menyebut hal itu juga dilakukannya saat kalah pilpres dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Etisnya selalu yang kalah menghampiri. Saya dulu waktu kalah dengan Pak SBY, saya langsung telpon pak SBY dan mengucapkan selamat dan saya menerima itu,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 21 Mei 2019.

JK meminta pihak yang kalah di pemilu 2019 untuk berjiwa besar. Dia mengatakan dalam pemilu tidak ada yang seri. “Ya, harus berjiwa besar. Kan cuma dua, kan kemenangan dan kalah. Tidak ada yang seri,” katanya.

JK mengatakan kekecewaan merupakan hal yang biasa. Tapi dia meminta pihak yang merasa dirugikan menempuh jalur yang semestinya. “Bahwa ada kekecewaan itu biasa terjadi. Kembali lagi kita kembali ke proses yang hukum yang ada,” ujarnya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini