Wajib Tahu! Menu Makanan Ini Berpotensi Sebabkan Leukimia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Masyarakat Indonesia sedang dirudung duka mendalam, karena kepergian dari istri presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono karena mengidap kanke darah atau leukemia.

Dirinya kini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakatrta Selatan, Minggu 2 Juni 2019.

Diketahui, Kanker darah merupakan jenis kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Artinya, jika seseorang mengidap penyakit ini, produksi atau fungsi sel darah pada tubuhnya tidak normal.

Belajar dari kasus leukemia yang menyerang Ibu Ani Yudhoyono, sebaiknya kita mulai menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan menghindari, atau setidaknya mengurangi, kebiasaan mengonsumsi makanan-makanan penyebab kanker darah.

Apalagi beberapa dari makanan tersebut nyatanya sering kita konsumsi saat sahur seperti di bulan puasa saat ini.

1. Kornet

Sebaiknya wajib mengetahui fakta di balik daging kornet. Daging kornet juga merupakan salah satu contoh yang terdaftar oleh IARC sebagai daging olahan yang terkait dengan kanker kolorektal.

IARC lebih lanjut mencatat bahwa sebagian besar daging olahan mengandung daging sapi, tetapi daging olahan juga mengandung daging merah, unggas atau produk sampingan daging lainnya seperti darah.

Contoh lain dari daging olahan yang tercantum dalam siaran pers IARC termasuk daging kaleng dan olahan dan saus berbasis daging. Jadi mulai sekarang sebaiknya mulai mengurangi setiap makanan tersebut agar tidak menjadi makanan yang menyebabkan leukimia.

2. Sosis

Sosis adalah jenis daging olahan lainnya yang dijadikan contoh dalam siaran pers IARC sebagai penyebab kanker. IARC menyatakan bahwa setiap 50 gram daging olahan yang dimakan setiap hari meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 18 persen.

IARC mencatat konsumsi daging sangat bervariasi antar negara, beberapa persen hingga 100 persen orang makan daging merah, tergantung pada negaranya dan pemakan daging olahan lebih sedikit (dibandingkan daging merah).

3. Ham

Ham adalah daging olahan yang tidak hanya bersifat karsinogenik karena sifatnya yang diproses. Tetapi juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya karena kandungan natriumnya yang sangat tinggi.

Daging dari olahan lainnya, seperti pastrami, salami, pepperoni, dan sejenisnya, memiliki risiko yang sama dengan kanker. Sebaiknya coba untuk mengurangi makanan penyebab leukimia di atas.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini